BISNISMARKET.COM - Sebuah penelitian mutakhir telah berhasil memperkuat kekhawatiran publik mengenai dampak negatif yang ditimbulkan oleh konsumsi makanan ultra proses (ultra-processed foods/UPF) terhadap kesehatan otak. Temuan ini melengkapi rangkaian bukti ilmiah sebelumnya yang telah mengaitkan asupan UPF dengan berbagai risiko kesehatan fisik serius.

Dampak buruk yang kini secara spesifik teridentifikasi adalah penurunan fungsi kognitif pada individu yang menjadikan makanan jenis ini sebagai bagian rutin dari pola makan harian mereka. Hal ini menunjukkan bahwa bahaya UPF tidak hanya terbatas pada kesehatan metabolik dan kardiovaskular.

Publikasi hasil penelitian ini dimuat dalam jurnal bergengsi Alzheimer’s and Dementia yang diterbitkan oleh Alzheimer’s Association. Lembaga ini sebelumnya telah menyoroti bahwa konsumsi UPF terkait dengan lebih dari 30 masalah kesehatan yang merugikan.

Masalah kesehatan yang sebelumnya dikaitkan dengan UPF mencakup faktor risiko utama yang sering memicu demensia di kemudian hari. Faktor risiko tersebut meliputi obesitas, diabetes tipe 2, serta penyakit kardiovaskular.

Penelitian ini dilakukan oleh tim peneliti dari Monash University, Australia, yang melakukan analisis komprehensif terhadap pola makan dan fungsi otak. Mereka berupaya memetakan korelasi antara kedua variabel tersebut secara kuantitatif.

Analisis mendalam tersebut melibatkan lebih dari 2.000 partisipan dewasa yang berasal dari Australia. Rentang usia para peserta penelitian ini adalah antara 40 hingga 70 tahun, dan mereka dipastikan bebas dari diagnosis demensia saat penelitian dimulai.

Para peneliti membandingkan secara detail pola makan harian para peserta selama periode tertentu dengan hasil tes fungsi kognitif yang mereka jalani. Metode ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan sebab-akibat atau korelasi yang kuat.

Dikutip dari JAKARTAHYPE.COM, studi ini menegaskan bahwa ada kaitan signifikan antara seberapa sering seseorang mengonsumsi makanan ultra proses dengan kinerja kognitif mereka dari waktu ke waktu.

Dilansir dari JAKARTAHYPE.COM, "Sebuah studi terbaru memperkuat kekhawatiran masyarakat mengenai dampak negatif makanan ultra proses (ultra-processed foods/UPF) terhadap kesehatan otak, melengkapi bukti sebelumnya mengenai risiko fisik."