BISNISMARKET.COM - Sebuah insiden yang menimbulkan pertanyaan etika kerja dan perlakuan terhadap karyawan baru melahirkan mencuat ke publik baru-baru ini. Seorang karyawati di Malaysia menjadi sorotan setelah membagikan pengalamannya yang tidak menyenangkan di media sosial.
Wanita tersebut diketahui sedang dalam masa pemulihan pasca-melahirkan dan telah mengajukan permohonan izin untuk tidak masuk kerja. Permohonan ini diajukan sesuai dengan prosedur yang berlaku, namun respons yang diterima justru di luar dugaan.
Alih-alih mendapat dukungan, karyawati tersebut justru dihadapkan pada permintaan yang terkesan berlebihan dari atasannya. Pihak atasan berulang kali meminta bukti tambahan mengenai kelahirannya.
Permintaan bukti tambahan ini terus berlanjut meskipun karyawati tersebut telah memberikan dokumen yang seharusnya cukup. Ia telah mengirimkan foto kartu registrasi bayinya yang memuat informasi penting.
Kartu registrasi bayi tersebut mencantumkan nama lengkap sang buah hati serta tanggal lahirnya. Informasi ini umumnya sudah dianggap sebagai bukti yang valid dan memadai dalam berbagai situasi.
Namun, atasannya tampaknya belum merasa puas dengan bukti yang diberikan. Permintaan yang tidak lazim ini kemudian memicu reaksi negatif dari banyak pihak yang melihatnya sebagai tindakan yang tidak sensitif dan berlebihan.
Pengalaman ini kemudian dibagikan oleh karyawati tersebut di media sosial, yang seketika viral dan menarik perhatian luas. Warganet mengungkapkan rasa prihatin dan kemarahan atas perlakuan yang dialami karyawati tersebut.
"Atasan meminta bukti kelahiran yang tidak lazim, memaksa karyawati selfie bersama bayi," tulis karyawati tersebut dalam unggahannya yang kini menjadi perbincangan hangat.
"Permintaan tersebut terasa berlebihan dan tidak pada tempatnya," tegas karyawati tersebut terkait permintaan bukti tambahan yang terus menerus diterimanya.