BISNISMARKET.COM - Memasuki periode puncak arus mudik Lebaran tahun 2026, Korlantas Polri telah mengambil langkah antisipatif dengan memberlakukan rekayasa lalu lintas secara masif. Langkah ini diambil untuk mengelola volume kendaraan yang diprediksi meningkat tajam di jalur utama.
Rekayasa lalu lintas tersebut mencakup penerapan skema contraflow dan juga kebijakan one way di beberapa ruas tol strategis. Tujuannya adalah menjaga kelancaran mobilitas jutaan pemudik yang bergerak menuju kampung halaman.
Secara spesifik, penerapan contraflow diberlakukan pada rentang KM 55 hingga KM 70. Sementara itu, kebijakan one way diterapkan pada ruas yang lebih panjang, yaitu dari KM 70 hingga mencapai KM 263.
Informasi mengenai kondisi terkini di lapangan disampaikan melalui kanal resmi media sosial. Pemantauan kepadatan lalu lintas menjadi prioritas utama petugas di lapangan sepanjang jalur tol.
Dilansir dari akun X resmi PT Jasa Marga pada hari Rabu (18/3/2026), kepadatan kendaraan mulai terlihat signifikan pada pagi hari. Kondisi ini menunjukkan peningkatan volume kendaraan yang signifikan seiring berjalannya waktu.
Titik kepadatan yang paling menonjol terpantau di area Jalan Layang MBZ pada pukul 07.20 WIB. Para pemudik diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintasi segmen jalan layang tersebut.
Lebih lanjut, kepadatan spesifik terjadi di jalur yang mengarah dari Cikarang Pusat KM 39 menuju ke arah Karawang Barat KM 42. Area ini menjadi salah satu titik penyempitan yang memerlukan perhatian ekstra dari petugas.
Selain itu, volume lalu lintas yang tinggi juga terdeteksi pada ruas Karawang Barat KM 43 hingga mencapai KM 48, khususnya yang mengarah ke Cikampek. "Rekayasa lalu lintas diberlakukan memasuki periode mudik Lebaran 2026," dikutip dari akun X @PTJASAMARGA, Rabu (18/3/2026).
"Korlantas Polri telah memberlakukan penerapan contraflow hingga one way untuk mengantisipasi meningkatnya volume kendaraan arus mudik Lebaran," lanjutnya, menegaskan langkah proaktif kepolisian.