BISNISMARKET.COM - Jakarta, JakartaHype.com – Pilihan warna pakaian yang kita kenakan sehari-hari ternyata memiliki makna lebih dalam daripada sekadar selera pribadi atau mengikuti tren mode terkini. Hal ini diungkapkan oleh Michelle Lewis, seorang pakar psikologi warna yang juga pendiri The Color Institute dan ColorAnalysis.com.

Menurut Lewis, warna pakaian yang dipilih seseorang dapat secara signifikan membentuk kesan awal yang diterima orang lain. Lebih dari itu, warna juga diyakini mampu meningkatkan rasa percaya diri dan memengaruhi cara pandang orang lain terhadap diri kita.

"Pilihan warna pakaian ternyata bukan sekadar soal selera atau mengikuti tren," ujar Michelle Lewis, pendiri The Color Institute dan ColorAnalysis.com. "Menurut pakar psikologi warna Michelle Lewis, pendiri The Color Institute dan ColorAnalysis.com, warna yang dikenakan seseorang juga dapat membantu membentuk kesan, meningkatkan kepercayaan diri, hingga memengaruhi cara orang lain memandang dirinya."

Lewis menjelaskan bahwa individu dengan kemampuan berpikir strategis yang tinggi, seperti para CEO, pemimpin perusahaan, dan eksekutif, cenderung tidak memilih warna pakaian secara asal. Mereka biasanya mengombinasikan warna-warna netral dengan satu sentuhan warna aksen yang kuat.

"Mereka cenderung mengenakan pakaian bernuansa netral yang dipadukan dengan satu warna aksen yang kuat untuk memperkuat citra diri dan menyampaikan pesan tertentu," jelas Michelle Lewis. Hal ini dilakukan untuk memperkuat citra diri dan menyampaikan pesan yang spesifik.

Warna yang kita kenakan dapat memberikan petunjuk berharga mengenai karakter seseorang. Lewis menyebutkan bahwa warna bisa mengindikasikan apakah seseorang lebih cenderung reflektif, berorientasi pada tindakan, atau senantiasa mengambil keputusan setelah pertimbangan matang.

"Warna mampu memberikan petunjuk mengenai karakter seseorang, seperti apakah mereka lebih reflektif, berorientasi pada tindakan, atau terbiasa mengambil keputusan dengan pertimbangan matang," kata Michelle Lewis. Lebih lanjut, warna di lingkungan sekitar kita, termasuk pakaian, dipercaya dapat memengaruhi konsentrasi, kreativitas, dan alur berpikir.

"Selain itu, warna di sekitar kita, termasuk yang dikenakan, juga diyakini dapat memengaruhi fokus, kreativitas, dan proses berpikir," imbuh Michelle Lewis.

Michelle Lewis mengidentifikasi lima warna yang paling sering dipilih oleh individu yang dianggap cerdas. Warna-warna ini memiliki asosiasi psikologis yang kuat dan dapat memproyeksikan citra tertentu.