JAKARTA, BisnisMarket.com -
Langkah besar tengah disiapkan salah satu raksasa pertambangan Indonesia.
Setelah sukses melantai di Bursa Efek Indonesia sejak Juli 2023, PT Amman
Mineral Internasional Tbk (AMMN) dikabarkan tengah melirik pasar modal
internasional. Sasaran utamanya? Bursa Efek Hong Kong, pusat keuangan
terpenting di kawasan Asia.
Berita ini bukan isu kosong. Dilansir dari Bloomberg
Technoz (13/7), sumber yang mengetahui rencana menyebut perusahaan sedang
merekrut sejumlah bank investasi. “Rincian target pendanaan hingga waktu
pencatatan masih dalam tahap diskusi,” dikutip dari laporan tersebut.
Alasan AMMN Memilih Hong Kong
Jika terealisasi, Amman akan mengikuti jejak sukses PT
Merdeka Gold Resources. Perusahaan sejenis itu baru saja melepas sertifikat
penitipan efek senilai sekitar 304 juta Dolar AS atau setara Rp5,5 triliun
(kurs Rp18.125/USD) pada Juni lalu, dengan respon pasar yang sangat positif.
Meskipun aktivitas penawaran saham tahun ini sedikit
melambat, Bursa Hong Kong tetap aktif. Total dana yang berhasil dihimpun
mencapai hampir 35 miliar Dolar AS atau sekitar Rp634,4 triliun, termasuk aksi
pencatatan pemasok teknologi yang meraup 3,1 miliar Dolar AS atau Rp56,2
triliun pekan ini.
Kondisi Terkini AMMN
Di pasar dalam negeri, perjalanan saham AMMN punya
dinamika tersendiri. Tahun ini harganya sempat terkoreksi hingga 45 persen,
sehingga kapitalisasi pasarnya kini sekitar 14 miliar Dolar AS atau setara
Rp253,8 triliun — jauh lebih besar dibanding Merdeka Gold yang bernilai sekitar
4,5 miliar Dolar AS atau Rp81,6 triliun.
Namun, kinerja keuangan menunjukkan pemulihan kuat.
Pada kuartal I-2026, Amman membukukan laba bersih sekitar 160 juta Dolar AS
atau Rp2,9 triliun. Angka ini berbanding terbalik dengan periode sama tahun
lalu, saat perusahaan mencatat rugi 139 juta Dolar AS atau Rp2,5 triliun.
Dukungan tambang Batu Hijau di Sumbawa dan proyek Elang menjadi tulang punggung
kekuatannya.
Masih Berupa Kajian Awal