BISNISMARKET.COM - Center of Reform on Economics (CORE) merilis proyeksi mengenai pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat. Lembaga riset ekonomi ini memperkirakan Rupiah akan bergerak dalam rentang Rp17.500 hingga Rp18.000.

Angka tersebut diprediksi akan menjadi level keseimbangan baru bagi mata uang Garuda. Prediksi ini berlaku untuk kurun waktu jangka pendek hingga menengah ke depan.

Proyeksi ini didasarkan pada hasil kajian yang termuat dalam CORE Monthly Review edisi Juli 2026. Laporan tersebut menganalisis berbagai indikator ekonomi yang memengaruhi pergerakan nilai tukar.

Dalam CORE Monthly Review edisi Juli 2026, lembaga riset ini mencatat adanya pergerakan Rupiah yang sempat kembali mendekati angka Rp18.000. Kejadian ini terjadi pada awal bulan Juli 2026.

"Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat diprediksi akan bergerak di kisaran Rp17.500 hingga Rp18.000," demikian kutipan dari hasil kajian CORE.

"Angka ini diperkirakan akan menjadi level keseimbangan baru dalam kurun waktu jangka pendek hingga menengah," lanjut kutipan tersebut.

Kajian CORE Monthly Review edisi Juli 2026 menjadi dasar utama dari proyeksi ini. Dokumen ini memuat analisis mendalam terhadap dinamika ekonomi terkini.

"Lembaga riset ekonomi tersebut mencatat bahwa pergerakan Rupiah sempat kembali mendekati angka Rp18.000 pada awal Juli 2026," demikian terungkap dari analisis CORE.

Dikutip dari TREN.BISNISMARKET.COM, prediksi ini menunjukkan adanya potensi pergeseran fundamental dalam nilai tukar Rupiah.