BISNISMARKET.COM - PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) mengumumkan rencana aksi korporasi strategis berupa pemecahan nilai nominal saham atau stock split. Langkah ini dipersiapkan untuk memperkuat posisi perusahaan di pasar modal Indonesia.
Perusahaan yang berada di bawah naungan konglomerat Happy Hapsoro ini akan menerapkan rasio pemecahan saham sebesar 1:5. Artinya, setiap satu lembar saham lama yang dimiliki investor akan dikonversi menjadi lima lembar saham baru.
"Keputusan ini diharapkan dapat meningkatkan likuiditas saham perusahaan di pasar modal," demikian pernyataan resmi perusahaan terkait rencana tersebut.
Dengan rasio pemecahan 1:5, jumlah saham yang beredar di pasar diperkirakan akan berlipat ganda. Hal ini secara otomatis akan membuat harga per lembar saham menjadi lebih terjangkau.
"Hal ini secara otomatis akan menggandakan jumlah saham yang beredar di pasar, sehingga diharapkan lebih terjangkau bagi investor ritel," jelas pihak perusahaan.
Kenaikan jumlah saham beredar dan penurunan harga per unit ini secara teoritis akan menarik lebih banyak partisipasi dari investor individu atau ritel.
Tujuan utama dari stock split ini adalah untuk mendongkrak likuiditas saham RAJA di bursa efek. Likuiditas yang lebih tinggi memudahkan investor untuk membeli dan menjual saham.
Rencananya, aksi korporasi ini akan dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh manajemen PT Rukun Raharja Tbk. Detail jadwal lengkap akan diumumkan secara resmi kepada publik.
Dikutip dari TREN.BISNISMARKET.COM, aksi korporasi ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk terus berkembang dan memberikan nilai tambah bagi para pemegang sahamnya.