JAKARTA, BisnisMarket.com -
Berita gembira datang untuk perekonomian nasional! Di tengah ketidakpastian
ekonomi global dan tekanan nilai tukar, lembaga pemeringkat kredit
internasional ternama S&P Global Ratings justru memberikan proyeksi cerah
untuk Indonesia. Apakah target pertumbuhan ekonomi pemerintah akan tercapai?
Bagaimana nasib pendapatan masyarakat dan posisi Indonesia di mata dunia? Simak
ulasan lengkapnya berikut ini!
Pertumbuhan Ekonomi Tetap Kuat Meski Ada
Tantangan
Dilansir dari Bloomberg Technoz (12/7), S&P
memperkirakan Produk Domestik Bruto (PDB) riil Indonesia akan tumbuh sebesar
5,1 persen pada tahun 2026. Lembaga tersebut juga memproyeksikan rata-rata
pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 4,9 persen per tahun untuk rentang waktu
2026 hingga 2029.
Pertumbuhan ini tercatat cukup tangguh, mengingat
ekonomi diprediksi akan melambat pada kuartal mendatang akibat dua tantangan
utama: ketidakpastian kondisi ekonomi global yang masih berlanjut, serta
tingkat suku bunga domestik yang tetap berada di level tinggi.
Berdasarkan data Bank Indonesia per 13 Juli 2026, kurs
tengah rupiah terhadap dolar AS adalah Rp15.767. Dengan patokan tersebut, PDB
per kapita Indonesia diprediksi mencapai 5.200 dolar AS atau setara sekitar
Rp82 juta pada tahun ini, naik tipis dari 5.100 dolar AS atau sekitar Rp80,4
juta pada tahun 2025. Pertumbuhan PDB nominal sendiri diprediksi mencapai 8,3
persen, namun kenaikan nilai per kapita terlihat terbatas karena pelemahan
nilai tukar rupiah.
"Hal ini terutama disebabkan oleh depresiasi
rupiah," jelas S&P dalam laporan resminya. Meski demikian, S&P
menegaskan bahwa tren pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 3,9 persen jauh
lebih unggul dibandingkan sebagian besar negara dengan tingkat pendapatan
serupa.
Rating Kredit Tetap Terjaga, Kebijakan
Pemerintah Diapresiasi
S&P juga mempertahankan peringkat kredit berdaulat
Indonesia di level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek, dengan
pandangan stabil ke depannya. Pencapaian ini patut dibanggakan karena
menunjukkan kepercayaan dunia internasional terhadap kondisi ekonomi negara
kita.
Lembaga tersebut menilai bahwa lembaga politik dan
sistem kebijakan di Indonesia secara umum stabil, serta pembuat kebijakan terus
memprioritaskan kestabilan ekonomi dan keuangan nasional. Berbagai upaya
peningkatan transparansi dan fleksibilitas kebijakan juga mendapat apresiasi
tinggi.