BISNISMARKET.COM - PT Remala Abadi Tbk (DATA), sebuah emiten yang memiliki keterkaitan dengan Grup Djarum, baru-baru ini mengumumkan adanya transaksi jual beli saham yang substansial. Peristiwa ini menandai sebuah perubahan besar dalam lanskap kepemilikan perusahaan tersebut.
Perubahan ini terjadi ketika pemegang saham pengendali sebelumnya, yaitu PT iForte Solusi Infotek, memutuskan untuk mengalihkan seluruh porsi sahamnya. Langkah ini secara efektif mengakhiri dominasi iForte dalam struktur kepemilikan DATA.
Transaksi pelepasan saham ini secara resmi dilaksanakan pada tanggal 13 Juli 2026. Tanggal ini menjadi penanda historis bagiDATA dalam hal perubahan kepemilikan pengendali.
Secara total, PT iForte Solusi Infotek melepas sebanyak 550.000.900 unit saham. Jumlah ini merepresentasikan kepemilikan mayoritas yang sebelumnya dipegang oleh perusahaan tersebut.
Harga yang disepakati dalam transaksi jual beli saham ini adalah Rp974 per lembar saham. Angka ini menjadi patokan nilai dalam perpindahan kepemilikan tersebut.
Peristiwa ini menunjukkan pergeseran strategis bagi PT iForte Solusi Infotek dalam portofolio investasinya. Keputusan untuk melepaskan kepemilikan mayoritas di DATA kemungkinan didasari oleh pertimbangan bisnis dan alokasi sumber daya perusahaan.
Sementara itu, bagi PT Remala Abadi Tbk (DATA), masuknya pemegang saham pengendali baru membuka babak baru dalam operasional dan arah strategis perusahaan. Keterkaitan dengan Grup Djarum juga berpotensi memberikan dampak positif bagi DATA.
"PT Remala Abadi Tbk (DATA), emiten yang terafiliasi dengan Grup Djarum, mengumumkan adanya transaksi jual beli saham yang melibatkan pemegang saham pengendali perusahaan. Peristiwa ini menandai perubahan signifikan dalam struktur kepemilikan DATA," demikian keterangan yang disampaikan.
"Pemegang saham pengendali sebelumnya, PT iForte Solusi Infotek, dilaporkan telah melepas seluruh kepemilikan sahamnya pada tanggal 13 Juli 2026. Total saham yang dilepas mencapai 550.000.900 unit dengan harga transaksi Rp974 per lembar saham," jelas pernyataan tersebut.