JAKARTA, BisnisMarket.com – Nama Saiful Mujani kembali mencuat ke permukaan dan menjadi perbincangan hangat di media sosial maupun ruang publik. Pendiri lembaga riset Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) ini menjadi sorotan tajam setelah potongan video pernyataannya mengenai Presiden Prabowo Subianto viral dan memicu perdebatan mengenai batasan kritik akademis dan dugaan makar.

Sosok Intelektual dan Guru Besar

Prof. Dr. Saiful Mujani, M.A., dikenal luas sebagai salah satu tokoh penting dalam metodologi survei politik di Indonesia. Lahir di Serang, Banten, pada 8 Agustus 1962, ia merupakan Guru Besar Ilmu Politik di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.

Rekam jejak akademisnya tidak main-main. Ia meraih gelar Ph.D dari Ohio State University, Amerika Serikat, pada tahun 2003. Kontribusi pemikirannya di bidang perilaku pemilih (voting behavior) telah diakui secara internasional, bahkan ia pernah meraih penghargaan bergengsi Achmad Bakrie Award atas dedikasinya dalam bidang pemikiran sosial.

Pemicu Kontroversi: Pernyataan di Forum Utan Kayu

Kegaduhan bermula dari pernyataan Saiful dalam sebuah diskusi bertajuk "Sebelum Pengamat Ditertibkan" yang digelar di Utan Kayu, Jakarta Timur, akhir Maret 2026. Dalam forum tersebut, Saiful melontarkan kritik keras terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo yang ia nilai "tidak presidensial".

Ia sempat menyebutkan kalimat yang dianggap provokatif oleh sebagian pihak, yakni mengenai "menjatuhkan" presiden sebagai jalan untuk menyelamatkan bangsa. Pernyataan ini segera direspons oleh berbagai tokoh politik; sebagian menganggapnya sebagai bentuk kebebasan berpendapat, namun sebagian lainnya menuding pernyataan tersebut sebagai upaya makar terstruktur.

Klarifikasi: Sikap Politik Bukan Makar

Menanggapi polemik yang terjadi, Saiful Mujani memberikan klarifikasi bahwa pernyataannya adalah bentuk analisis dan sikap politik sebagai warga negara yang dijamin oleh demokrasi. Ia menegaskan bahwa partisipasi politik, termasuk mengkritik secara keras, adalah inti dari demokrasi itu sendiri.