BISNISMARKET.COM - Dua kerangka manusia yang ditemukan di lantai dua Gedung Astra Credit Companies (ACC) Kwitang, Jakarta Pusat, akhirnya teridentifikasi sebagai Reno Syahputra Dewo dan Muhammad Farhan Hamid. Kepastian ini diperoleh setelah hasil uji DNA menunjukkan kecocokan dengan keluarga masing-masing.

Penemuan Reno dan Farhan tersebut terjadi dua bulan setelah gedung ACC terbakar akibat kerusuhan yang terjadi pada akhir Agustus 2025 di kawasan Senen, Jakarta Pusat. Api melahap sebagian besar bangunan, dan sejak saat itu dua orang dinyatakan hilang, yang kemudian diketahui sebagai Reno dan Farhan.


Identitas dan Latar Belakang
Muhammad Farhan Hamid, 23 tahun, dikenal sebagai sosok muda yang aktif dan memiliki semangat sosial tinggi. Sebelum peristiwa naas itu terjadi, Farhan dilaporkan tengah berada di sekitar lokasi unjuk rasa bersama sejumlah rekannya. 

Setelah kerusuhan pecah dan gedung terbakar, pihak keluarga kehilangan kontak dengannya. Selama berminggu-minggu mereka berupaya mencari kejelasan melalui laporan orang hilang dan pemeriksaan di rumah sakit, namun hasilnya nihil hingga akhirnya identitasnya terkonfirmasi dari hasil forensik.

Reno Syahputra Dewo, rekan Farhan, juga ikut hilang di waktu yang sama. Reno dikenal sebagai pribadi pendiam namun pekerja keras. Ia dikabarkan terakhir terlihat di sekitar kawasan Kwitang saat situasi mulai ricuh. Sejak saat itu, keluarganya tak lagi menerima kabar. Hasil pencocokan DNA dari tulang dan gigi memastikan bahwa salah satu kerangka yang ditemukan adalah dirinya.


Kronologi Penemuan
Pada 29 Oktober 2025, tim renovasi yang tengah membersihkan puing di lantai dua gedung ACC menemukan sisa-sisa rangka manusia di area yang hangus terbakar. Temuan ini segera dilaporkan ke kepolisian, dan tim forensik dari RS Polri dikerahkan untuk melakukan identifikasi.

Proses identifikasi berlangsung cukup lama karena kondisi jasad sangat rusak. Tubuh kedua korban hampir habis terbakar, hanya tersisa potongan tulang dan sedikit organ yang bisa diambil sebagai sampel. Pemeriksaan visual tidak mungkin dilakukan, sehingga tim medis menggunakan metode pemeriksaan DNA dan analisis odontologi (gigi) untuk memastikan identitas korban.

Beberapa minggu kemudian, hasil uji laboratorium menunjukkan kecocokan antara sampel DNA korban dan keluarga mereka. Polisi kemudian mengumumkan bahwa kerangka tersebut adalah milik Muhammad Farhan Hamid dan Reno Syahputra Dewo.

Setelah proses identifikasi selesai, dua peti jenazah disiapkan dan secara resmi akan diserahkan kepada keluarga masing-masing. Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pihak keluarga terkait waktu pemakaman, namun proses ini menandai akhir dari pencarian panjang selama dua bulan.