JAKARTA, BisnisMarket.com - Ketua Umum Patriot Anti Narkoba (PATRON), Muannas Alaidid, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah masif Polri dalam memberantas peredaran narkotika di seluruh penjuru Indonesia. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini bukan sekadar pencapaian angka statistik, melainkan investasi nyata untuk melindungi masa depan generasi bangsa.
Di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Polri dinilai berhasil melakukan deteksi dini terhadap ancaman narkoba yang kian kompleks dan lintas negara. Setiap gram barang bukti yang disita merupakan bukti nyata terselamatkannya nyawa manusia serta terjaganya ketahanan sosial di tengah masyarakat.
Muannas mengungkapkan bahwa pemberantasan narkoba adalah upaya fundamental untuk memastikan generasi terbaik bangsa tidak hilang akibat penyalahgunaan zat terlarang. "Ketika negara mampu menggagalkan peredaran sebelum menyentuh masyarakat, itu adalah soal memastikan masa depan kita tetap utuh," ujarnya pada Minggu (12/4/2026).
Berdasarkan data periode 2021 hingga 2024, Polri mencatat akumulasi penyelamatan jiwa mencapai 219,74 juta orang atau hampir menyamai total populasi Indonesia. Secara ekonomi, nilai barang bukti yang berhasil diamankan dalam kurun waktu tersebut mencapai angka fantastis, yakni lebih dari Rp85 triliun.
Lonjakan signifikan terjadi pada tahun 2025 dengan pengungkapan 48.592 kasus dan penyitaan barang bukti yang mencapai berat total hingga 590 ton. Muannas menilai peningkatan angka pengungkapan ini membuktikan bahwa sistem deteksi dan penindakan hukum negara bekerja semakin efektif serta maksimal.
PATRON juga menyoroti penghematan potensi kerugian negara hingga lebih dari Rp200 triliun berkat pencegahan peredaran ratusan ton narkoba tersebut. Biaya sosial seperti dampak kesehatan dan produktivitas dinilai jauh lebih besar jika dibandingkan dengan nilai ekonomi barang bukti yang disita.
Dukungan penuh Presiden Prabowo Subianto dalam pemusnahan 214,84 ton narkoba pada Oktober 2025 lalu mempertegas perang melawan narkotika sebagai agenda strategis nasional. Pendekatan Polri yang adaptif, mulai dari penindakan tegas bandar besar hingga pemberdayaan desa anti-narkoba, menjadi kunci utama keberhasilan institusi tersebut.
Muannas menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa apresiasi ini merupakan bentuk dukungan moral bagi seluruh jajaran Polri yang terus berjuang di lapangan. Ia meyakini bahwa setiap nyawa generasi penerus yang terselamatkan memiliki nilai abadi yang tidak bisa ditakar hanya dengan nominal rupiah.