BISNIS MARKET - Hubungan antara Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, dan Raja Kerajaan Yordania Hasyimiah, Abdullah II bin Al-Hussein, jauh melampaui ikatan diplomatik biasa. 

Keduanya memiliki jalinan persahabatan yang kuat dan historis, berakar pada masa muda mereka sebagai prajurit.

Hubungan personal ini menjadi fondasi yang kokoh dalam memperkuat kemitraan strategis antara Indonesia dan Yordania, terutama setelah keduanya kini memegang tampuk kekuasaan tertinggi di negara masing-masing.

Jalinan persahabatan Prabowo dan Raja Abdullah II dimulai puluhan tahun lalu, saat keduanya masih aktif di dinas militer.

Baik Prabowo maupun Abdullah II sama-sama meniti karier cemerlang sebagai perwira di angkatan bersenjata masing-masing. Kesamaan latar belakang ini menciptakan rasa saling menghormati dan ikatan persaudaraan.

Ikatan ini teruji dan diperkuat ketika Prabowo meninggalkan Indonesia pada tahun 1998. Pada saat itu, Yordania yang dipimpin oleh mendiang Raja Hussein bin Talal (ayah Abdullah II) menjadi salah satu negara yang menyambut Prabowo dengan hangat. 

Raja Abdullah II sendiri memainkan peran kunci dalam menyambut dan menjamin keamanan Prabowo di Yordania.
 
"Kami menjadi sahabat bertahun-tahun yang lalu. Kami menjadi saudara. Dan ketika Anda datang ke Yordania, ayah saya (Raja Hussein) bertanya, 'Siapa orang ini?' Saya jawab, 'Dia saudara saya.' Dan ayah saya berkata, jika dia saudaramu, maka dia saudaraku. Sejak saat itu, kami tak pernah menoleh ke belakang."

Kedekatan ini sangat dalam, bahkan Yordania pernah menawarkan kewarganegaraan kepada Prabowo, sebuah tawaran yang akhirnya ia tolak karena memilih tetap menjadi Warga Negara Indonesia.

Setelah Prabowo resmi menjabat sebagai Presiden RI pada 2024, hubungan personal ini semakin terefleksi dalam hubungan bilateral kedua negara.