JAKARTA, BisnisMarket.com - Pernahkah Anda membayangkan langit yang seharusnya biru berubah menjadi kelabu pekat, lalu menumpahkan hujan yang bukan air, melainkan ancaman beracun? Di Teheran, Iran, mimpi buruk itu menjadi kenyataan. Hujan hitam yang turun bukan sekadar fenomena alam biasa, melainkan jejak kelam dari konflik perang Iran vs AI (Amerika Serikat dan Israel - read) yang mengancam kelangsungan hidup jutaan orang.
Kengerian yang Terulang Kembali
Bagi Nejat Rahmanian, seorang peneliti Iran yang kini mengajar di Universitas Bradford, Inggris, fenomena hujan hitam yang turun di Teheran pada 8 Maret lalu terasa begitu familiar. Pengalaman serupa ia rasakan 35 tahun lalu, saat Perang Teluk Persia berkecamuk. Saat itu, serangan terhadap kilang minyak di Irak telah membakar ratusan sumur minyak, melepaskan gumpalan jelaga, hidrokarbon, dan sulfur dioksida yang terbang hingga ke Iran. "Kondisi itu terasa sureal," kenangnya dilansir dari Bloomberg Tehcnoz (15/3). Ia menambahkan, "Pakaian yang dijemur menjadi bernoda dan udara terasa berat. Tidak ada yang tahu mengapa."
Kini, serangan pesawat tak berawak atau drone Israel terhadap depot dan kilang minyak raksasa di pinggiran Teheran kembali memicu bencana serupa. Kolom asap hitam yang membubung tinggi bercampur dengan awan hujan, menumpahkan bahan kimia beracun ke kota metropolitan yang menjadi rumah bagi sekitar 18,5 juta orang.
Ancaman Senyap Puluhan Tahun
Para ahli memperingatkan bahwa polusi yang dilepaskan kali ini akibat perang Iran vs AI akan berdampak lebih besar karena lokasinya yang lebih dekat dengan pusat kota. Doug Weir, Kepala Eksekutif di Conflict and Environment Observatory (CEOBS), menyatakan, "Sangat jarang fasilitas tersebut berada dekat dengan kota besar seperti Teheran." CEOBS sendiri telah mengidentifikasi lebih dari 300 insiden yang menimbulkan risiko lingkungan akibat permusuhan yang sedang berlangsung.
Tak hanya asap, rudal dan bom yang digunakan dalam konflik juga mengandung logam berat dan polutan beracun lainnya. Ketika meledak, zat-zat ini dilepaskan ke udara, tanah, dan air, dan seringkali bertahan selama beberapa dekade, menimbulkan risiko kesehatan yang serius. "Banyak orang terpapar polusi dan akan terus terpapar," ujar Weir.
Dampak Ganda: Kesehatan dan Lingkungan
Otoritas Iran awalnya menyarankan warganya untuk tetap berada di dalam ruangan, memperingatkan potensi luka bakar kimia pada kulit dan kerusakan paru-paru akibat hujan asam. Namun, ironisnya, pejabat senior Iran dan televisi pemerintah kemudian mendesak masyarakat untuk keluar rumah dan bergabung dengan demonstrasi.