BISNISMARKET.COM - Kabar duka datang dari Gunung Slamet, Jawa Tengah. Seorang pendaki muda asal Magelang, Syafiq Ridan Ali Razan, yang sebelumnya dilaporkan hilang, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah lebih dari dua pekan pencarian intensif.
Tragedi ini tak hanya menyisakan duka mendalam bagi keluarga, tetapi juga bagi para relawan dan komunitas pendaki yang terlibat dalam pencarian panjang penuh harap dan doa. Berikut deretan fakta lengkap hilangnya Syafiq Ali di Gunung Slamet hingga akhirnya ditemukan.
1. Syafiq Ali Dinyatakan Hilang Saat Pendakian Gunung Slamet
Syafiq Ali melakukan pendakian Gunung Slamet bersama rekannya, Himawan. Pendakian berjalan normal hingga mereka mencapai Pos 5. Namun di titik ini, kondisi mulai berubah.
Himawan mengalami kram kaki dan tidak mampu melanjutkan perjalanan. Situasi tersebut menjadi awal dari rangkaian peristiwa tragis yang kemudian terjadi.
2. Syafiq Turun Gunung untuk Menolong Temannya
Melihat kondisi Himawan yang melemah, Syafiq memutuskan turun lebih dulu dengan tujuan mencari bantuan, sementara Himawan diminta menunggu di lokasi. Keputusan ini diduga diambil atas dasar kepedulian dan tanggung jawab sebagai rekan pendakian. Namun sejak saat itu, kontak dengan Syafiq terputus, dan ia tak pernah kembali ke titik pertemuan.
3. Himawan Bertahan Sendiri di Gunung hingga Ditemukan Selamat
Himawan sempat menunggu Syafiq hingga malam hari. Namun karena kondisi fisik yang kian melemah, cuaca yang memburuk, serta situasi gunung yang berbahaya, ia memutuskan untuk naik kembali dan bertahan di Pos 9 Gunung Slamet di ketinggian sekitar 3.183 mdpl. Himawan akhirnya berhasil ditemukan dalam kondisi selamat oleh relawan, sementara pencarian terhadap Syafiq terus dilanjutkan.
4. Operasi Pencarian Berlangsung Panjang dan Penuh Tantangan
Pencarian Syafiq Ali dilakukan selama lebih dari dua minggu dengan medan yang sangat berat. Gunung Slamet dikenal memiliki jalur ekstrem, cuaca cepat berubah, kabut tebal, serta area rawan longsor.
Meski operasi SAR resmi sempat ditutup pada 7 Januari 2026, para relawan dan pengelola jalur tetap melakukan pencarian mandiri atas dasar kemanusiaan dan tanggung jawab moral.
5. Ikhtiar Batin: Doa dan Selawatan Para Relawan
Di balik pencarian fisik, terdapat ikhtiar batin yang menyentuh. Sehari sebelum jenazah Syafiq ditemukan, para relawan menggelar selawatan dan pembacaan Al-Fatihah sebanyak 1.000 kali di basecamp Pajaya.
Ayah Syafiq, Dani Rusman, serta kakaknya juga turun langsung membantu pencarian. Bagi para relawan, misi ini bukan sekadar operasi SAR, melainkan perjuangan yang disertai doa dan harapan.