BISNISMARKET.COM - Pemerintah tengah mematangkan skema penggajian bagi calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) serta Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Posisi strategis ini nantinya akan mengemban status resmi sebagai pekerja dengan perjanjian waktu tertentu atau PKWT.
Wakil Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN), Tedi Bharata, menegaskan bahwa sistem penggajian akan mengikuti regulasi ketenagakerjaan yang berlaku. Hal ini dilakukan agar standar pengupahan tetap profesional dan transparan bagi para pelamar.
"Kalau untuk gajinya, karena sudah disampaikan bahwa status nantinya PKWT, kan ada aturannya, kita enggak bisa ngasal memberikan gaji. Jadi don't worry, gak usah terlalu khawatir," kata Tedi Bharata saat ditemui di kantor Kemenko Pangan, Senin (20/4/2026).
Dilansir dari CNBC Indonesia, kepastian mengenai besaran upah tersebut saat ini masih dalam tahap penggodokan intensif. Pemerintah melibatkan berbagai kementerian serta lembaga terkait guna menentukan angka yang proporsional bagi para pengelola di tingkat desa tersebut.
"Kami masih membahas terkait besaran gajinya bersama kementerian dan pihak terkait, termasuk dengan PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero). Intinya sesuai aturannya, jadi menyesuaikan, enggak bisa sama semua," ujar Tedi Bharata.
Selain masalah finansial, kriteria manajer yang dicari bukan sekadar pekerja kantoran biasa. Pemerintah menitikberatkan pada individu yang memiliki ketangkasan, keterampilan tinggi, serta jiwa kewirausahaan yang kuat untuk memajukan ekonomi desa.
"Jadi, kita merekrut manajer dengan karakter seperti orang yang lincah, ada jiwa entrepreneurship, yang benar-benar ingin jadi guide dengan banyak orang, bukan seperti karyawan biasa. Jadi orang-orang yang punya karakter yang entrepreneurship, jadi businessman, karena nanti akan banyak ketemu dengan vendor, dengan BUMN, dan para pelaku usaha di desa," jelas Tedi Bharata.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, turut memberikan gambaran umum mengenai struktur penggajian tersebut. Ia menekankan bahwa latar belakang pendidikan akan menjadi salah satu indikator utama dalam menentukan nominal pendapatan para manajer.
"Gajinya nanti. Ya kan ada D3, D4, S1 ntar lah ya. Gajinya bisa diikutin, bisa diikutin. Kita kan enggak ikut sampai rupiahnya," ungkap Zulkifli Hasan.