BISNISMARKET.COM - Perkembangan signifikan dalam keamanan nasional Inggris terjadi setelah dua pria, termasuk seorang petugas imigrasi Inggris, dinyatakan bersalah atas keterlibatan dalam operasi intelijen Tiongkok. Vonis ini dijatuhkan pada hari Kamis di pengadilan Old Bailey, menyusul persidangan yang telah berlangsung.
Kedua terpidana tersebut adalah Chi Leung "Peter" Wai (40 tahun) dan Chung Biu "Bill" Yuen (65 tahun), yang terbukti membantu dinas intelijen asing. Wai, yang merupakan petugas Home Office, menyalahgunakan aksesnya ke sistem basis data imigrasi utama untuk melacak para pembangkang Hong Kong yang berdomisili di Britania Raya.
Wai dinyatakan bersalah melanggar Undang-Undang Keamanan Nasional karena membantu dinas intelijen asing, sementara Yuen, yang awalnya adalah kontak Wai dengan otoritas Hong Kong, juga dinyatakan bersalah. Selain itu, Wai juga terbukti melakukan penyalahgunaan jabatan publik.
Menyikapi putusan ini, Kementerian Luar Negeri Inggris berencana memanggil Duta Besar Tiongkok, Zheng Zeguang, untuk dimintai pertanggungjawaban. Tindakan ini menunjukkan keseriusan pemerintah Inggris terhadap kasus spionase asing tersebut.
Menteri Keamanan, Dan Jarvis, menegaskan bahwa aktivitas kedua pria tersebut merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan Inggris yang tidak akan pernah ditoleransi. "Kami akan terus meminta pertanggungjawaban Tiongkok dan menantang mereka secara langsung atas tindakan yang membahayakan keselamatan masyarakat di negara kami," ujar Dan Jarvis.
Mengenai tuduhan lain tentang pemaksaan masuk ke rumah seorang tersangka penipuan asal Hong Kong di West Yorkshire, juri tidak mencapai kesepakatan mengenai dakwaan tersebut. Jaksa penuntut menyatakan bahwa mereka tidak akan melanjutkan tuntutan pidana ulang untuk dakwaan tersebut.
Kedua terdakwa kini ditahan sambil menunggu penetapan tanggal hukuman, yang dijadwalkan pada 15 Mei. Wai mulai bekerja sebagai petugas Border Force di Bandara Heathrow pada Desember 2020, memberinya akses luas ke informasi mengenai warga negara asing di Inggris.
Wai dilaporkan menggunakan hari libur dan hari sakitnya untuk mencari informasi, menerima bayaran dari kontak Tiongkoknya untuk melacak warga Hong Kong yang melarikan diri dari penindasan pro-demokrasi. Informasi yang dibocorkan Wai bahkan merujuk para pembangkang tersebut sebagai "kecoa" sebelum ia mendapatkan akses resmi di Heathrow.
Yuen, mantan petugas Kepolisian Hong Kong yang bekerja sebagai manajer kantor di Hong Kong Economic and Trade Office (HKETO) di London, menjadi penghubung Wai dengan otoritas Tiongkok. Keduanya diperkenalkan pada tahun 2017, dan pada pertengahan 2021, Yuen bertindak sebagai pengendali (handler) utama bagi Wai.