BISNISMARKET.COM - Momen puncak arus balik pasca libur panjang Idulfitri 2026 telah berhasil dilalui oleh jutaan masyarakat yang kembali ke pusat aktivitas mereka. Meskipun volume kendaraan sangat tinggi, banyak pemudik merasa perjalanan mereka lebih terjamin keamanannya.

Kondisi lalu lintas yang padat ini memerlukan penanganan ekstra dari pihak kepolisian untuk memastikan kelancaran mobilitas warga. Berbagai langkah mitigasi telah disiapkan sejak jauh hari menjelang puncak kepulangan.

Salah satu langkah signifikan yang diambil adalah penyesuaian terhadap kebijakan rekayasa lalu lintas yang sudah direncanakan sebelumnya. Hal ini dilakukan untuk mengurai penumpukan kendaraan yang mencapai volume historis.

Volume pergerakan kendaraan tercatat sangat masif, menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat usai merayakan hari raya di kampung halaman masing-masing. Angka ini menandai sebuah pencapaian baru dalam sejarah arus balik Lebaran.

"Puncak arus balik terjadi pada 24 Maret dengan 256 ribu kendaraan yang kembali ke arah Jakarta dan sekitarnya," ujar Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Agus Suryonugroho.

Angka tersebut, tegasnya, telah mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah penyelenggaraan arus balik Lebaran di Indonesia. Hal ini menunjukkan tantangan signifikan bagi manajemen lalu lintas tahun ini.

Guna mengurai kepadatan yang ekstrem tersebut, serangkaian rekayasa lalu lintas yang inovatif telah diterapkan di lapangan. Langkah-langkah ini menjadi kunci utama kelancaran perjalanan.

Rekayasa tersebut mencakup penerapan skema one way baik dalam skala nasional maupun lokal, ditambah dengan optimalisasi penggunaan tol fungsional yang tersedia.

"Untuk mengurai kepadatan, sejumlah rekayasa lalu lintas diterapkan, mulai dari one way nasional hingga lokal, serta penggunaan tol fungsional," kata Irjen Agus Suryonugroho.