BISNISMARKET.COM - Industri otomotif Indonesia saat ini tengah menghadapi berbagai tekanan dari dinamika pasar global yang terus berubah. Meskipun demikian, sektor ini berhasil menunjukkan performa yang sangat impresif di lini ekspor.
Tren positif pada sektor ekspor ini terbukti menjadi penopang utama yang signifikan bagi pertumbuhan industri otomotif nasional secara keseluruhan. Hal ini mengindikasikan daya saing produk Indonesia semakin diakui di kancah internasional.
Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), Putu Juli Ardika, menegaskan bahwa daya saing industri otomotif Indonesia kini semakin terlihat jelas di pasar global. Ia mengakui bahwa tantangan memang tetap ada, namun performa ekspor menjadi sorotan utama.
"Namun, kita patut bersyukur karena angka ekspor kita justru semakin menguat, bahkan di tahun 2025 lalu sukses mencetak rekor tertinggi sepanjang masa. Kinerja ekspor kini telah menjadi pilar utama pertumbuhan industri nasional, termasuk di sektor kendaraan komersial yang memberikan kontribusi sangat strategis," kata Putu Juli Ardika saat membuka acara GIICOMVEC 2026 di JiExpo Kemayoran, Rabu (8/4/2026).
Lonjakan volume ekspor ini secara nyata tercermin dari peningkatan distribusi kendaraan ke berbagai negara tujuan di seluruh dunia. Perluasan penetrasi pasar ini membuktikan bahwa produk otomotif Indonesia kian diterima dengan baik di pasar internasional.
Lebih lanjut, Putu Juli Ardika memaparkan data spesifik mengenai pencapaian luar biasa ini. "Sepanjang tahun 2025 mencatat total pengiriman kendaraan utuh (CBU) ke 93 negara tujuan yang mencapai 518.212 unit, atau meningkat sebesar 9,75% dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 472.194 unit," ujar Putu Juli Ardika.
Kontribusi dari segmen kendaraan komersial juga patut diapresiasi karena menunjukkan kualitas produksi yang mumpuni. "Sektor kendaraan komersial sendiri menyumbangkan 20.326 unit dari total tersebut. Hal ini membuktikan bahwa kualitas produksi kendaraan komersial rakitan Indonesia kini telah diakui dan menjadi andalan di pasar internasional," lanjutnya.
Kinerja ekspor yang solid ini turut memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu basis produksi otomotif strategis di kawasan Asia Tenggara. Dilansir dari CNBC Indonesia, pencapaian ini menjadi validasi terhadap standar manufaktur yang diterapkan di dalam negeri.
Meskipun demikian, kapasitas produksi nasional yang besar saat ini masih menyisakan ruang yang cukup besar untuk dioptimalkan lebih lanjut oleh para pelaku industri. "Pencapaian positif dari ekspor di tahun 2025 ini menjadi bukti nyata bahwa manufaktur otomotif kita telah memenuhi standar dunia," tambah Putu Juli Ardika.