BISNISMARKET.COM - Perubahan skema pembagian komisi yang kini berpihak pada aplikator, dengan 92% untuk pengemudi dan 8% untuk aplikator, telah memicu reaksi beragam dari para mitra ojek online (ojol) Grab. Kebijakan ini secara mendasar mengubah cara pendapatan harian mereka dihitung.
Langkah signifikan ini tidak berhenti di situ, melainkan juga dibarengi dengan penghapusan akses terhadap fitur unggulan seperti "Hemat" dan "Gaspol". Kedua fitur tersebut sebelumnya menjadi andalan para mitra untuk memaksimalkan potensi penghasilan mereka.
Keputusan strategis dari pihak Grab ini sontak memicu diskusi yang intens dan meluas di antara komunitas pengemudi. Berbagai sudut pandang dan kekhawatiran mulai bermunculan dari para mitra yang merasakan dampak langsung dari kebijakan tersebut.
Kebijakan baru ini secara spesifik mengubah persentase pembagian komisi. Sebelumnya, pembagian komisi mungkin memberikan ruang yang lebih besar bagi pengemudi untuk mendapatkan bagian yang lebih signifikan dari setiap perjalanan.
Dengan persentase 92% untuk pengemudi dan 8% untuk aplikator, para mitra ojol merasa bahwa potensi pendapatan mereka kini semakin terbatas. Hal ini menjadi sorotan utama dalam keluhan yang disampaikan.
Penghapusan fitur "Hemat" dan "Gaspol" juga menjadi pukulan telak bagi sebagian besar mitra. Fitur-fitur ini diyakini mampu memberikan fleksibilitas dan peluang tambahan untuk meningkatkan performa serta pendapatan.
"Perubahan skema pembagian komisi menjadi 92% untuk pengemudi dan 8% untuk aplikator telah menimbulkan beragam respons di kalangan mitra ojek online (ojol)," demikian pernyataan yang mengemuka dari komunitas mitra.
Lebih lanjut, kebijakan ini "secara signifikan mengubah cara pendapatan mereka dihitung," menyoroti dampak ekonomi langsung yang dirasakan oleh para pengemudi.
"Langkah ini juga dibarei dengan penghapusan akses fitur 'Hemat' dan 'Gaspol' yang sebelumnya menjadi andalan para mitra untuk meningkatkan penghasilan," jelas sumber berita tersebut.