BISNISMARKET.COM - Insiden kecelakaan kereta di Bekasi Timur yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL turut menyeret perhatian publik ke perusahaan taksi listrik Green SM. Di balik operasionalnya, sosok pemilik perusahaan ini ikut menjadi sorotan karena latar belakangnya sebagai salah satu konglomerat besar di Asia Tenggara.

Pemilik Green SM diketahui adalah Pham Nhat Vuong, seorang pengusaha asal Vietnam yang dikenal luas sebagai pendiri dan pemimpin Vingroup. Ia merupakan figur kunci di balik ekspansi besar-besaran industri kendaraan listrik Vietnam ke pasar global.

Pham Nhat Vuong bukan nama baru di dunia bisnis. Ia secara konsisten masuk dalam daftar orang terkaya di Vietnam versi Forbes, dengan estimasi kekayaan mencapai sekitar 4 miliar dolar AS atau setara lebih dari Rp60 triliun. Kekayaannya berasal dari berbagai lini bisnis, mulai dari properti, ritel, hingga teknologi dan otomotif.

Perjalanan bisnis Vuong terbilang unik. Ia memulai kariernya di Ukraina pada 1990-an melalui bisnis mi instan sebelum akhirnya menjualnya dan kembali ke Vietnam. Di sana, ia membangun Vingroup menjadi konglomerasi besar dengan berbagai sektor:

- Properti (Vinhomes)

- Ritel dan pusat perbelanjaan (Vincom Retail)

- Kesehatan (Vinmec)

- Pendidikan (Vinschool)

- Teknologi dan otomotif