BISNISMARKET.COM - Belakangan ini istilah Knetz tengah ramai menjadi perbincangan usai menyenggol beberapa netizen dari negara lain termasuk Indonesia dan Malaysia. Hal ini menimbulkan konflik antar netizen dari negara-negara tersebut yang kemudian menjadi trending topik di media sosial.
Istilah Knetz merupakan singkatan dari Korean netizens, yaitu sebutan untuk pengguna internet asal Korea Selatan yang aktif menyampaikan opini di berbagai platform online.
Kata “netizen” sendiri berarti warga internet, sehingga Knetz merujuk secara khusus pada warganet Korea yang sering terlibat dalam diskusi, komentar, dan perdebatan di dunia digital, terutama terkait isu hiburan, sosial, dan budaya pop.
Istilah ini mulai dikenal sejak awal 2000-an, seiring pesatnya perkembangan teknologi internet di Korea Selatan yang menjadikannya salah satu negara dengan koneksi digital tercepat di dunia.
Budaya diskusi online di negara tersebut tumbuh sangat kuat melalui forum dan portal komunitas besar seperti Naver, Daum, dan DC Inside, yang menjadi tempat utama netizen Korea bertukar opini.
Dalam perkembangannya, mereka memiliki pengaruh yang cukup besar, khususnya dalam industri hiburan Korea. Opini mereka sering dianggap sebagai cerminan respons publik domestik terhadap artis, idol K-Pop, maupun drama Korea.
Komentar dari mereka bahkan kerap memengaruhi reputasi selebriti, menentukan tren, hingga memicu kontroversi yang dapat berdampak langsung pada karier seorang artis.
Namun, pengaruh besar tersebut juga memiliki sisi negatif. Knetz sering dikenal sangat vokal dan kritis, bahkan tidak jarang melontarkan komentar keras yang memicu perdebatan atau dianggap sebagai bentuk cyberbullying.
Fenomena ini membuat istilah Knetz sering diasosiasikan dengan komentar tajam, meskipun sebenarnya tidak semua netizen Korea memiliki sikap seperti itu.