BISNISMARKET.COM - Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat adanya lonjakan signifikan dalam kebutuhan harian Liquefied Petroleum Gas (LPG) di Indonesia pada awal tahun 2026. Peningkatan ini menunjukkan adanya tantangan dalam menjaga stabilitas pasokan energi domestik.
Data menunjukkan bahwa kebutuhan LPG harian pada tahun 2025 berada di angka 25 ribu metrik ton per hari. Namun, angka ini terkerek naik menjadi 26 ribu ton per hari pada periode Februari 2026, menandakan peningkatan permintaan yang cukup tajam.
Ketergantungan pada pasokan dari luar negeri semakin nyata karena produksi LPG domestik masih belum mampu memenuhi angka kebutuhan harian masyarakat Indonesia saat ini. Hal ini menjadi sorotan utama dalam rapat koordinasi energi nasional.
Hingga bulan April 2026, komposisi impor LPG menunjukkan dominasi yang kuat dari Amerika Serikat (AS), yang menyumbang volume sebesar 68,91% dari total impor yang dilakukan oleh pemerintah. Pemasok utama ini menunjukkan pergeseran signifikan dalam strategi pengadaan energi.
Selain dari AS, Uni Emirat Arab menyumbang porsi impor sebesar 11,83%, sementara Arab Saudi menyumbang 7,36% dari total volume impor LPG nasional yang tercatat.
Sisanya, Indonesia masih mengandalkan pasokan LPG dari negara-negara lain seperti Qatar, Australia, Kuwait, dan China untuk melengkapi kebutuhan energi dalam negeri.
Sekretaris Direktorat Jenderal Migas, Muhammad Rizwi Jilanisaf Hisjam, menegaskan bahwa produksi di dalam negeri masih jauh di bawah kebutuhan riil masyarakat. "Dari grafik yang kami sampaikan terlihat bahwa produksi dalam negeri masih jauh di bawah kebutuhan sehingga import LPG tetap mendominasi pasokan nasional," jelas Muhammad Rizwi Jilanisaf Hisjam dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR, Kamis (9/4/2026).
Untuk mengurangi ketergantungan impor yang tinggi ini, pemerintah sedang mengupayakan langkah strategis melalui pergeseran bahan baku nafta di kilang domestik. Salah satunya dilakukan pada RDMP Balikpapan dengan tujuan untuk memperkaya produksi LPG nasional.
Langkah mitigasi ini dilakukan seiring dengan upaya mengamankan stok energi secara keseluruhan bagi masyarakat Indonesia. "Dengan seluruh langkah strategis mitigasi yang telah kami lakukan, dapat kami tegaskan bahwa pasokan BBM dan LPG nasional saat ini dalam kondisi aman," tandas beliau.