BISNISMARKET.COM - Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) menunjukkan kesiapan luar biasa dalam menghadapi gelombang mudik Lebaran tahun 2026 mendatang. Otoritas bandara mengonfirmasi adanya antisipasi besar-besaran terhadap peningkatan volume pergerakan udara.
Langkah konkret yang diambil adalah persetujuan atas pengajuan penambahan sebanyak 735 jadwal penerbangan oleh berbagai maskapai penerbangan. Penambahan slot ini diharapkan mampu menampung tingginya minat masyarakat untuk melakukan perjalanan pulang kampung.
Data awal menunjukkan tren peningkatan signifikan dalam pergerakan penumpang yang sudah mulai terlihat pada periode awal Maret 2026. Angka ini menjadi indikator kuat bahwa permintaan transportasi udara sangat tinggi pada momen hari raya.
"Berdasarkan data sejak 13 hingga 15 Maret 2026, total pergerakan penumpang telah mencapai sekitar 519.719 penumpang, atau mengalami peningkatan sekitar 16,6% dibandingkan tahun 2025," kata Assistant Deputy Communication & Legal PT Angkasa Pura Indonesia KC Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Yudistiawan saat dihubungi, Selasa (17/3/2026).
Peningkatan trafik penumpang ini menunjukkan optimisme pemulihan sektor perjalanan pasca pandemi yang semakin menguat. Angka hampir setengah juta penumpang tercatat hanya dalam rentang tiga hari awal periode pemantauan.
Analisis lebih lanjut oleh pihak bandara menyoroti perbedaan signifikan antara pertumbuhan rute domestik dan internasional. Penerbangan dalam negeri menjadi tulang punggung utama lonjakan kapasitas ini.
Peningkatan yang paling mencolok tercatat pada sektor penerbangan domestik. Rute-rute domestik diprediksi akan menanggung beban permintaan terbesar selama periode puncak mudik Lebaran tahun ini.
"Dia merinci, peningkatan cukup signifikan terjadi pada penerbangan domestik dengan total sekitar 384 ribu penumpang, atau meningkat sekitar 20,3 persen dibandingkan tahun 2025," kata Yudistiawan.
Sementara itu, sektor penerbangan internasional juga menunjukkan pertumbuhan positif meskipun tidak sebesar rute domestik. Hal ini menandakan bahwa mobilitas ke luar negeri juga mulai kembali menggeliat.