BISNISMARKET.COM - Wacana besar tengah bergulir di sektor industri gula nasional yang berpotensi mengubah peta persaingan di masa mendatang. Konsolidasi bisnis ini didorong kuat sebagai upaya akselerasi pencapaian swasembada gula di Indonesia.

Dorongan strategis ini datang langsung dari jajaran eksekutif perusahaan, menandakan keseriusan pemerintah dalam membenahi rantai pasok komoditas vital ini. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan efisiensi operasional yang lebih baik.

Saat ini, struktur industri gula nasional terbagi menjadi dua kubu utama yang kini diupayakan untuk bersatu. Entitas pertama adalah Sugar Co, yang berada di bawah naungan PT Sinergi Gula Nusantara.

Sementara itu, entitas kedua yang akan bergabung adalah seluruh aset pabrik gula yang saat ini berada di bawah kepemilikan ID Food. Penggabungan ini menargetkan sinergi yang lebih kuat antara produksi dan distribusi.

Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, secara eksplisit menyatakan dukungannya terhadap langkah penggabungan BUMN ini. Ia melihat konsolidasi sebagai kunci utama keberhasilan program swasembada gula.

"Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria mendorong konsolidasi bisnis gula dan percepatan swasembada gula nasional melalui penggabungan BUMN," ujar Dony Oskaria.

Informasi lebih mendalam mengenai rencana ambisius ini diungkapkan dalam program Squawk Box CNBC Indonesia yang tayang pada hari Kamis, 9 April 2026. Program tersebut menjadi wadah utama penyampaian visi strategis ini.

Dengan adanya upaya merger ini, diharapkan Indonesia dapat mengurangi ketergantungan impor dan memperkuat ketahanan pangan domestik, khususnya untuk kebutuhan gula. Langkah ini merupakan bagian dari reformasi struktural industri pangan.

Rencana penggabungan ini menandai babak baru dalam upaya pemerintah memastikan ketersediaan gula yang stabil dan harga yang terjangkau bagi masyarakat luas ke depannya.