BISNISMARKET.COM - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memuncak setelah serangkaian serangan terkoordinasi menargetkan infrastruktur energi krusial pada hari Senin, 9 Maret. Aksi ini menandai eskalasi terbaru dalam konflik yang melibatkan Iran dan kekuatan Barat.

Salah satu sasaran utama serangan udara tak berawak tersebut adalah instalasi minyak yang berlokasi di Kerajaan Bahrain. Serangan ini terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar global mengenai stabilitas pasokan energi kawasan tersebut.

Serangan drone yang menyasar fasilitas energi vital di Teluk ini bertepatan dengan periode ketika harga minyak dunia mengalami kenaikan signifikan. Kenaikan ini dipicu oleh spekulasi mengenai potensi gangguan serius terhadap aliran minyak mentah global.

Kekhawatiran pasar diperkuat oleh fakta bahwa serangan ini terjadi setelah konflik antara Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel semakin memanas sejak akhir Februari lalu. Insiden ini jelas meningkatkan risiko volatilitas harga energi.

Secara spesifik, fasilitas minyak Al Ma'ameer yang memiliki skala besar di Bahrain dilaporkan menjadi korban serangan tersebut. Dampak langsung dari serangan ini dilaporkan menimbulkan kebakaran hebat di lokasi tersebut.

"Fasilitas minyak Al Ma'ameer yang luas di Bahrain, sepertinya dilansir AFP, Senin (9/3/2026), dilaporkan terkena serangan, yang sempat menyebabkan kebakaran dan memicu kerusakan," demikian laporan mengenai dampak kerusakan yang terjadi.

Akibat kerusakan parah yang ditimbulkan oleh serangan drone tersebut, perusahaan energi milik negara Bahrain, Bapco, terpaksa mengambil langkah drastis. Perusahaan tersebut secara resmi mengumumkan keadaan darurat operasional.

"Perusahaan energi milik negara Bahrain, Bapco, telah menyatakan force majeure akibat serangan itu," kutipan ini menegaskan konsekuensi serius dari serangan tersebut terhadap operasional energi nasional Bahrain.

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber Referensi: News.detik. Kami menggunakan teknologi AI untuk menyajikan informasi ini kembali.