BISNISMARKET.COM - Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Tangerang Selatan, Seto Apriyadi, mengambil langkah proaktif dengan menemui langsung ratusan warga yang berunjuk rasa di kantornya. Langkah ini diambil sebagai respons atas tuntutan masyarakat terkait penerbitan Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) di kawasan Situ Rompong.
Aksi unjuk rasa yang melibatkan ratusan warga Situ Rompong, yang berlokasi di Kelurahan Cempaka Putih, Kecamatan Ciputat Timur, berlangsung pada hari Kamis, 11 Juni 2026. Para warga menuntut peninjauan ulang terhadap dokumen pertanahan yang menjadi sumber perselisihan.
Permasalahan inti dari aksi tersebut berpusat pada terbitnya SHGB pada tahun 2023 yang diklaim sebagai dasar kepemilikan lahan oleh PT Sahid Putra Harapan (SPH). Hal ini kemudian menimbulkan konflik kepentingan antara masyarakat setempat dengan pihak perusahaan tersebut.
"Kepala BPN Kota Tangerang Selatan, Seto Apriyadi, memilih turun langsung menemui massa dan membuka ruang dialog terkait polemik Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) yang menjadi dasar klaim lahan oleh PT Sahid Putra Harapan (SPH)," Dikutip dari Infotren.id.
Pertemuan langsung ini merupakan kelanjutan dari upaya panjang masyarakat dalam memperjuangkan hak atas lahan mereka di kawasan tersebut. Warga secara konsisten mendesak pemerintah untuk mengkaji ulang legalitas SHGB yang diterbitkan.
Aksi protes warga ini dipicu oleh adanya konflik lahan yang kian memanas akibat keberadaan SHGB yang baru diterbitkan. Konflik ini telah berlangsung beberapa waktu sebelum akhirnya mencapai puncaknya dalam aksi demonstrasi tersebut.
Kegiatan unjuk rasa tersebut dilaksanakan di Kantor BPN Tangsel pada hari Kamis, 11 Juni 2026, sebagai bentuk desakan publik yang terorganisir. Peristiwa ini menarik perhatian luas karena melibatkan ratusan warga yang menuntut keadilan pertanahan.
Menurut kronologi yang ada, polemik ini berakar dari penerbitan SHGB yang dikeluarkan pada tahun 2023. Penerbitan sertifikat inilah yang kemudian menjadi titik awal ketegangan antara warga dengan PT SPH.
Situasi di Kantor BPN Tangsel pada hari Jumat, 12 Juni 2026, menunjukkan bahwa dialog yang dibuka oleh Kepala BPN diharapkan dapat meredakan ketegangan dan mencari solusi terbaik bagi semua pihak yang berkepentingan.