JAKARTA, BisnisMarket.com
- Bayangkan bangsa Eropa yang dikenal
dengan iklim sejuk, kini harus berhadapan dengan teriknya udara yang makin
menyengat. Saat satu gelombang panas baru saja mereda, tanda bahaya lain sudah
muncul di cakrawala Samudra Atlantik. Apakah ini sekadar perubahan cuaca biasa,
atau awal dari pola baru yang lebih mengkhawatirkan?
Dilansir dari Bloomberg Technoz (2/7), wilayah
bertekanan tinggi diprediksi akan bergerak mendekati benua Eropa dan meluas
dalam beberapa hari ke depan. Sistem ini akan mengusir udara sejuk dan memicu
kondisi panas yang tidak biasa di sejumlah negara, mulai dari Spanyol, Prancis,
hingga Inggris.
Suhu Mencapai Angka Memecahkan Rekor
Prakiraan menunjukkan suhu tertinggi di Portugal bisa
menyentuh 43 derajat Celsius, sedangkan wilayah selatan Spanyol diperkirakan
mencapai 41 derajat Celsius pada pekan ini. Di bagian utara, Paris diprediksi
merasakan suhu 30 derajat Celsius, sementara London akan mencapai 31 derajat
Celsius pada awal pekan berikutnya.
Tekanan tinggi ini bahkan diperkirakan akan menaikkan
suhu rata-rata sebesar 3 hingga 7 derajat Celsius pada minggu mendatang.
Meskipun demikian, Alex Burkill, meteorolog dari Kantor Meteorologi Inggris,
menyatakan:
“Pada tahap ini, tampaknya cuaca tidak akan sepanas
atau selembap yang kami alami pekan lalu.”
Meski tidak seekstrem bulan sebelumnya, ini sudah
menjadi gelombang panas ketiga yang melanda Eropa Barat sejak akhir Mei.
Perubahan Iklim: Pemicu Utama
Fenomena ini bukan kebetulan semata. Para ahli sepakat
bahwa perubahan iklim telah meningkatkan frekuensi dan intensitas gelombang
panas di benua Eropa, yang tercatat sebagai wilayah dengan laju pemanasan
tercepat di dunia.