BISNISMARKET.COM - Jembatan jalan raya B1 di Iran mengalami kerusakan parah setelah menjadi sasaran serangan udara yang diduga dilakukan oleh Amerika Serikat pada Kamis (2/4/2026) lalu. Insiden ini memicu ketegangan baru antara kedua negara.

Foto yang diambil pada Jumat (3/4/2026) menunjukkan seorang pria berdiri di dekat puing-puing jembatan B1 yang hancur di Karaj, Iran, akibat serangan udara tersebut. Foto ini diabadikan oleh Majid Asgaripour/WANA via REUTERS.

Jembatan B1 merupakan infrastruktur vital yang berfungsi sebagai penghubung utama antara ibu kota Iran, Teheran, dengan kota Karaj yang terletak di wilayah barat negara tersebut. Kerusakan fasilitas ini dipastikan mengganggu arus logistik dan transportasi regional.

Menurut laporan intelijen, jembatan B1 dikenal sebagai salah satu struktur jembatan tertinggi di kawasan Timur Tengah. Selain itu, proyek ini juga dianggap sebagai salah satu karya teknik paling rumit yang pernah dibangun di Iran.

Jembatan ikonik tersebut dilaporkan menerima dua kali hantaman rudal yang menyebabkan kerusakan signifikan pada konstruksinya. Serangan presisi ini terjadi pada hari Kamis, sehari sebelum penampakan kerusakan terlihat jelas.

Sebagai respons atas serangan terhadap infrastruktur sipil tersebut, kantor berita Fars Iran segera mengumumkan daftar target potensial untuk pembalasan. Target-target tersebut berupa pangkalan militer AS yang berada di beberapa negara tetangga.

Kantor berita Fars Iran mencantumkan lokasi-lokasi seperti Arab Saudi, Kuwait, Abu Dhabi, dan Yordania sebagai sasaran balasan militer Iran. Langkah ini diambil sebagai tanggapan langsung atas hancurnya jembatan B1.

Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, mengecam keras tindakan militer Amerika Serikat tersebut melalui unggahan di platform X. Beliau menegaskan bahwa serangan terhadap sipil tidak akan mempan.

"Menyerang bangunan sipil, termasuk jembatan yang belum selesai, tidak akan memaksa rakyat Iran untuk menyerah," ujar Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi.