BISNISMARKET.COM - Momen Hari Raya Idul Fitri tahun ini diprediksi akan memicu gelombang pergerakan masyarakat terbesar dalam sejarah transportasi nasional. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah merilis proyeksi mengejutkan mengenai jumlah penduduk yang akan melakukan perjalanan mudik.

Angka fantastis tersebut mencapai 50,60% dari total penduduk Indonesia, yang setara dengan estimasi 143,91 juta jiwa yang diprediksi akan melakukan perjalanan pulang kampung. Proyeksi ini menunjukkan signifikansi budaya mudik yang semakin masif dari tahun ke tahun.

Dari keseluruhan jutaan pemudik yang akan bergerak, data menunjukkan bahwa destinasi favorit masyarakat tetap mengarah ke wilayah Jawa Tengah. Provinsi ini diprediksi akan menampung arus kedatangan pemudik dalam jumlah yang paling dominan.

Dasar perhitungan prediksi monumental ini berasal dari hasil survei nasional yang komprehensif. Survei tersebut dilaksanakan secara khusus oleh Badan Kebijakan Transportasi (BKT) di bawah naungan Kementerian Perhubungan.

Melihat dari sisi asal keberangkatan, Jawa Barat diprediksi menjadi penyumbang pemudik terbanyak dalam peta pergerakan nasional. Sebanyak 30,97 juta orang diperkirakan akan berangkat dari provinsi yang berjuluk Pulau Jawa bagian barat tersebut.

Disusul oleh DKI Jakarta, ibu kota negara, yang juga menyumbang angka pergerakan yang signifikan. Tercatat sebanyak 19,93 juta penduduk Ibu Kota diperkirakan akan meninggalkan Jakarta untuk merayakan Lebaran di kampung halaman mereka.

Sementara itu, Jawa Timur juga menempati urutan ketiga sebagai provinsi penyumbang pemudik terbesar, dengan proyeksi keberangkatan mencapai 17,12 juta orang. Ini menunjukkan tingginya mobilitas penduduk di Pulau Jawa secara keseluruhan.

Berpindah ke sisi tujuan, Jawa Tengah kembali menegaskan posisinya sebagai magnet utama mudik Lebaran. "Arus terbesar mengarah ke Jawa Tengah sebesar 38,71 juta orang," ungkap data resmi Kemenhub.

Tujuan utama kedua yang menjadi primadona bagi para pemudik adalah Jawa Timur, yang diprediksi akan menerima kedatangan sebanyak 27,29 juta orang. Angka ini menunjukkan bahwa banyak pemudik dari luar Jawa Timur memilih melintas atau berakhir di sana.