BISNISMARKET.COM - Jardine Matheson, sebuah grup konglomerat dengan sejarah panjang selama 194 tahun, kini tengah merumuskan strategi baru untuk memperluas jejak bisnisnya di negara-negara maju kawasan Asia-Pasifik.
Langkah strategis ini diambil sebagai upaya untuk menyeimbangkan kembali struktur portofolio perusahaan yang saat ini dinilai memiliki konsentrasi yang cukup besar di wilayah Asia Tenggara, khususnya Indonesia.
CEO Jardines, Lincoln Pan, mengemukakan bahwa basis aset perusahaan memang memiliki bobot yang lebih besar di Indonesia. Pernyataan ini disampaikan menjelang agenda investor Jardines yang dijadwalkan untuk memaparkan visi perusahaan hingga tahun 2030.
"Tidak diragukan lagi, jika Anda melihat basis aset kami saat ini... kami memiliki bobot lebih besar di Indonesia dalam portofolio kami," ujar Lincoln Pan dalam sebuah wawancara dengan Financial Times.
Keputusan ini menandai pergeseran orientasi investasi global yang dilakukan oleh Jardine Matheson. Perusahaan berusaha menciptakan keseimbangan yang lebih baik dalam alokasi asetnya di berbagai pasar.
Fokus baru pada negara-negara maju di Asia-Pasifik diharapkan dapat memberikan diversifikasi yang lebih luas dan mengurangi ketergantungan pada satu wilayah pasar tertentu.
Perubahan strategi ini akan menjadi bagian penting dari pemaparan visi Jardine Matheson kepada para investornya, yang akan disajikan dalam agenda perusahaan mendatang.
Agenda investor tersebut akan menguraikan rencana jangka panjang perusahaan hingga satu dekade ke depan, termasuk bagaimana mereka akan mengimplementasikan reorientasi investasi ini.
Pergeseran ini juga dapat mencerminkan analisis mendalam Jardine Matheson terhadap potensi pertumbuhan dan stabilitas ekonomi di berbagai negara maju di kawasan Asia-Pasifik.