BISNISMARKET.COM - PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) telah memberikan tanggapan tertulis kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) mengenai isu transaksi pembelian minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO). Klarifikasi ini muncul sebagai respons atas adanya sengketa hukum material yang diajukan oleh Law Office R. Azhari & Co.

Perusahaan, yang terafiliasi dengan tokoh pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau yang akrab disapa Haji Isam, berupaya menjelaskan duduk perkara transaksi yang menjadi sorotan. Pihaknya ingin memastikan adanya transparansi dalam setiap proses bisnis yang dijalankan.

Pihak JARR secara tegas menyatakan bahwa seluruh proses pembelian CPO dari PT Agrinas Palma Nusantara (APN) telah dilaksanakan sesuai dengan seluruh ketentuan yang berlaku. Penegasan ini menjadi poin penting dalam klarifikasi yang disampaikan kepada otoritas bursa.

Perusahaan menegaskan posisinya sebagai pembeli yang memiliki itikad baik dalam setiap transaksi yang dilakukan. Hal ini menunjukkan komitmen JARR untuk menjalankan bisnis secara profesional dan sesuai dengan prinsip-prinsip pasar modal.

Munculnya pertanyaan dari BEI ini adalah buntut dari adanya sengketa hukum material yang diangkat oleh Law Office R. Azhari & Co. Sengketa ini merujuk pada proses transaksi CPO yang melibatkan JARR.

"Seluruh proses pembelian minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dari PT Agrinas Palma Nusantara (APN) telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku," demikian pernyataan resmi dari PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR).

Lebih lanjut, JARR juga menyatakan bahwa mereka bertindak sebagai pembeli yang memiliki itikad baik dalam transaksi tersebut. Pernyataan ini mempertegas posisi perusahaan dalam menghadapi isu hukum yang muncul.

"Kami ingin menegaskan bahwa dalam setiap transaksi, kami selalu bertindak sebagai pembeli yang beritikad baik," demikian disampaikan oleh perwakilan JARR.

Klarifikasi ini penting untuk menjaga kepercayaan investor dan publik terhadap operasional PT Jhonlin Agro Raya Tbk. Transparansi dalam menjawab pertanyaan dari Bursa Efek Indonesia menjadi langkah krusial bagi perusahaan.