BISNISMARKET.COM - Duta Besar (Dubes) Iran untuk Indonesia, Yang Mulia Mohammad Boroujerdi, secara resmi menyatakan komitmen negaranya untuk memberikan kemudahan akses bagi kapal tanker yang membawa minyak milik Indonesia melintasi perairan strategis Selat Hormuz.

Pernyataan penting ini disampaikan Dubes Iran dalam sebuah pertemuan silaturahim dengan jajaran Dewan Pimpinan (DP) Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada Selasa (7/4/2026). Pertemuan tersebut dihadiri oleh tokoh-tokoh penting MUI, termasuk Wakil Ketua Umum KH Cholil Nafis dan KH Marsudi Syuhud, serta Sekretaris Jenderal Buya Amirsyah Tambunan.

Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis, menjelaskan bahwa agenda utama pertemuan tersebut adalah untuk mendiskusikan perkembangan terkini di Iran, khususnya setelah adanya insiden penyerangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel. Diskusi ini diharapkan dapat memberikan perspektif yang lebih mendalam bagi MUI.

Dalam sesi dialog tersebut, Dubes Boroujerdi memaparkan berbagai informasi krusial mengenai situasi di kawasan yang sangat bermanfaat bagi pemahaman Dewan Pimpinan MUI. Pertukaran wawasan ini dilakukan dalam konteks hubungan persahabatan kedua negara.

"Banyak informasi yang bisa diserap dan memberi diskusi solusi konflik. Tentu itu dalam bingkai persahabatan," kata Cholil Nafis dalam pernyataan resmi MUI, dikutip Selasa (7/4/2026).

Fokus utama dari komitmen keamanan maritim Iran disampaikan secara eksplisit oleh Dubes Boroujerdi kepada perwakilan MUI mengenai kelancaran logistik energi Indonesia.

"Iran berkomitmen terus menjalin persahabatan dengan Indonesia termasuk memudahkan kapal tanker Indonesia yang akan melewati Selat Hormuz," ujar KH Cholil Nafis, menekankan janji tersebut.

Diketahui bahwa saat ini terdapat dua unit kapal milik PT Pertamina yang masih menghadapi kendala untuk dapat melintasi Selat Hormuz, sehingga jaminan ini menjadi sangat relevan bagi kepentingan energi nasional.

Menanggapi situasi ini, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Vahd Nabyl A. Mulachela, mengonfirmasi bahwa komunikasi intensif telah dibangun dengan otoritas Iran sejak eskalasi ketegangan terjadi.