BISNISMARKET.COM - Sebuah jaket kulit yang identik dengan penampilan CEO Nvidia, Jensen Huang, baru-baru ini mencatatkan rekor penjualan yang luar biasa. Benda yang dianggap sebagai artefak langka ini berhasil dilelang dengan nilai yang mengejutkan, menarik perhatian para kolektor barang bernilai tinggi dari seluruh dunia.

Jaket kulit tersebut, yang telah menjadi simbol khas Jensen Huang, terjual dengan harga mencapai US$960.000. Nilai ini setara dengan sekitar Rp17 miliar, sebuah angka yang melampaui ekspektasi banyak pihak yang terlibat dalam proses lelang.

Proses pelelangan yang berlangsung pada hari Jumat, 17 Juli 2026, ini disaksikan oleh puluhan penawar. Sebanyak 45 individu tercatat berpartisipasi aktif, menunjukkan tingginya minat dan persaingan untuk memperebutkan item bersejarah ini.

Rumah lelang ternama Sotheby's menjadi saksi bisu dari transaksi fenomenal ini. Keberadaan jaket tersebut di platform lelang bergengsi ini semakin mengukuhkan statusnya sebagai barang koleksi yang bernilai tinggi dan memiliki sejarah unik.

Jaket kulit ini bukan sekadar pakaian biasa, melainkan sebuah penanda identitas bagi Jensen Huang, pemimpin perusahaan teknologi raksasa Nvidia. Kerap terlihat mengenakannya dalam berbagai kesempatan, jaket ini telah menjadi bagian dari citra publik sang CEO.

"Jaket kulit yang menjadi ciri khas Jensen Huang berhasil terjual dengan harga US$960.000 atau setara dengan Rp17 miliar," demikian informasi yang diperoleh dari sumber pemberitaan.

Penyelenggaraan lelang ini menunjukkan bagaimana benda-benda yang memiliki kaitan dengan tokoh publik ternama dapat memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi. Fenomena ini juga mencerminkan tren pasar barang koleksi yang terus berkembang.

"Proses lelang yang berlangsung pada Jumat, 17 Juli 2026, ini diikuti oleh 45 penawar yang saling bersaing untuk memperebutkan artefak langka tersebut," jelas sumber berita.

Keberhasilan penjualan jaket ini juga dapat diartikan sebagai bukti daya tarik dan pengaruh Jensen Huang serta perusahaan yang dipimpinnya, Nvidia, di kancah global. Hal ini menarik minat kolektor untuk memiliki bagian dari sejarah teknologi.