BISNISMARKET.COM - Momen peringatan tujuh hari kepergian komedian senior Simson Rarameha Ngadang, yang lebih dikenal dengan nama panggung Temon, masih menyisakan duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan. Kehilangan sosok yang dicintai meninggalkan bekas luka emosional yang kuat.

Sang istri tercinta, Mae, hingga kini masih merasakan kerinduan yang luar biasa terhadap mendiang suaminya. Perasaan kehilangan ini begitu kuat mempengaruhinya.

Untuk sedikit meredakan rasa rindu yang tak kunjung terobati, Mae mengambil sebuah keputusan yang sungguh menyentuh hati. Ia memilih untuk tetap berada di sisi ranjang yang selama ini menjadi tempat istirahat mendiang Temon.

"Saya masih diliputi kerinduan yang luar biasa," ujar Mae, menggambarkan betapa dalam perasaannya setelah kehilangan sang suami tercinta.

Langkah Mae ini menunjukkan betapa kuat ikatan batin antara dirinya dan mendiang Temon. Ranjang tersebut kini menjadi simbol kehadiran dan kenangan almarhum.

Tindakan Mae ini dilakukan sebagai upaya pribadi untuk menjaga kedekatan emosional dengan suaminya yang telah berpulang. Ini adalah caranya menghadapi masa duka.

Meskipun secara fisik mendiang Temon telah tiada, bagi Mae, kenangan dan kehadirannya terasa begitu dekat melalui ranjang peninggalan tersebut.

Keputusan ini mencerminkan kekuatan cinta dan kesetiaan yang mendalam dalam menghadapi perpisahan abadi. Hal ini menjadi bukti nyata dari ikatan pernikahan mereka.

Dikutip dari JAKARTAHYPE.COM, kisah haru ini menjadi pengingat tentang bagaimana cinta dapat terus bersemayam bahkan setelah seseorang tiada.