BISNISMARKET.COM - Proyek strategis nasional berupa penerapan sistem transaksi jalan tol nirsentuh Multi Lane Free Flow (MLFF) di Indonesia diketahui masih menghadapi kendala signifikan dalam pelaksanaannya. Realisasi komersial dari teknologi canggih ini dipastikan akan tertunda hingga memasuki pertengahan tahun 2026 mendatang.

Penundaan jadwal operasional penuh ini menimbulkan perhatian serius dan kekhawatiran mendalam di kalangan Badan Usaha Pelaksana (BUP) yang ditunjuk untuk mengimplementasikan teknologi MLFF tersebut. Hal ini dikarenakan adanya potensi dampak terhadap prospek dan kepastian investasi yang telah dikucurkan.

PT Roatex Indonesia Toll System (RITS) merupakan Badan Usaha Pelaksana yang memegang tanggung jawab utama dalam merealisasikan sistem pembayaran tol nontunai nirsentuh berbasis MLFF ini di berbagai ruas jalan tol. Pihak RITS kini memberikan pembaruan terkini mengenai status proyek yang berjalan ini.

Perusahaan tersebut mengakui bahwa meskipun upaya implementasi telah dilakukan sejak lama, penyelesaian proyek secara menyeluruh masih membutuhkan waktu tambahan yang cukup substansial. Penundaan ini tentu menjadi sorotan publik dan para pemangku kepentingan sektor infrastruktur.

Kekhawatiran utama yang dirasakan oleh pihak investor terkait dengan iklim investasi secara keseluruhan di Indonesia saat ini. Keterlambatan dalam realisasi proyek infrastruktur teknologi tinggi seperti MLFF dapat memengaruhi persepsi risiko investasi di masa depan.

Dilansir dari Tren.BisnisMarket, pihak BUP menyampaikan secara terbuka mengenai tantangan yang dihadapi dalam menuntaskan proyek MLFF sesuai target awal yang ditetapkan sebelumnya. Mereka mengonfirmasi bahwa jadwal operasional penuh telah direvisi.

"Realisasi komersial [MLFF] masih tertunda hingga pertengahan tahun 2026," merupakan pernyataan yang disampaikan oleh pihak terkait mengenai status terbaru proyek tersebut. Hal ini menegaskan bahwa target awal tidak dapat dipenuhi sesuai rencana semula.

Investor, meski belum disebutkan secara spesifik dalam sumber asli, disebut telah menyampaikan adanya kekhawatiran signifikan mengenai kepastian dan stabilitas iklim investasi seiring dengan adanya penundaan ini. Hal ini menjadi titik krusial yang perlu segera diatasi oleh regulator.

Dikutip dari Tren.BisnisMarket, PT Roatex Indonesia Toll System (RITS) selaku BUP, angkat bicara mengenai situasi terkini mengenai progres proyek yang belum juga rampung meski telah berjalan cukup lama. Mereka berharap penundaan ini dapat dipahami oleh seluruh pihak terkait.