BISNISMARKET.COM - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari Kamis, 21 Mei 2026, berakhir dengan catatan negatif yang cukup mencolok. Pasar saham domestik menunjukkan pelemahan signifikan sepanjang hari perdagangan tersebut.

Penurunan tajam ini mulai terlihat intensitasnya pada sesi perdagangan kedua yang berlangsung pada sore hari. Kondisi ini mengindikasikan adanya tekanan jual yang cukup besar dari para investor.

Puncak kemerosotan indeks tersebut tercatat pada pukul 14.12 WIB. Pada momen tersebut, IHSG dilaporkan terperosok hingga mencapai minus 3,54 persen dari penutupan sebelumnya.

Akibat tekanan jual yang masif tersebut, IHSG akhirnya menutup sesi perdagangan di level 6.094,642. Angka penutupan ini menandai terjadinya koreksi yang cukup dalam bagi kinerja pasar saham Indonesia.

Koreksi mendalam ini patut menjadi perhatian utama bagi para pelaku pasar modal. Hal ini menunjukkan adanya sentimen negatif yang mempengaruhi persepsi investor terhadap prospek saham domestik saat itu.

Dilansir dari TREN.BISNISMARKET.COM, kinerja negatif yang signifikan ini merupakan sorotan utama dalam aktivitas bursa pada hari Kamis tersebut. Kejatuhan ini memberikan gambaran volatilitas pasar yang tinggi.

"Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat kinerja negatif yang signifikan pada hari Kamis, 21 Mei 2026," demikian informasi yang disampaikan oleh pihak terkait mengenai kondisi pasar pada hari itu.

Lebih lanjut, disebutkan bahwa "Pada awal sesi perdagangan kedua, indeks tercatat mengalami kemerosotan tajam yang mengakhiri hari dengan penurunan signifikan," jelas sumber tersebut.

Penurunan drastis tersebut dikonfirmasi melalui data pergerakan pasar. "Indeks tersebut akhirnya ditutup pada level psikologis 6.094,642, menandai koreksi yang dalam bagi pasar saham domestik," kutip sumber berita tersebut.