JAKARTA, BisnisMarket.com
- Bagi pengendara kendaraan bermotor, pergerakan harga bahan bakar minyak (BBM)
selalu menjadi perhatian utama. Terutama untuk jenis bensin non-subsidi seperti
RON 92 yang banyak digunakan kendaraan penumpang. Di tengah gejolak harga
minyak dunia yang cenderung berfluktuasi, Indonesia memutuskan untuk menahan
harga jenis BBM ini. Lantas, apakah posisinya termasuk paling mahal jika
dibandingkan dengan negara-negara tetangga di kawasan ASEAN?
Dilansir dari Bloomberg Technoz (5/7) per 1 Juli 2026,
sejumlah operator SPBU di Indonesia menetapkan harga RON 92 dalam rentang
Rp16.000-an per liter. Rinciannya, PT Pertamina mempertahankan harga Pertamax
di angka Rp16.250 per liter, sementara pesaing seperti BP-AKR dan Vivo Energy
Indonesia menjual varian serupa masing-masing di Rp16.670 per liter.
“Sejumlah operator stasiun pengisian bahan bakar umum
(SPBU) di Indonesia terpantau menetapkan harga bahan bakar minyak (BBM) dengan
nilai oktan atau Research Octane Number (RON) 92 pada level Rp16.000/liter pada
1 Juli 2026.”
Berikut perbandingannya dengan harga di negara-negara
ASEAN lain:
Singapura: Jauh Lebih Tinggi
Sebagai negara dengan standar hidup dan biaya
operasional tinggi, harga RON 92 di Singapura mencapai S$3,34 atau setara
Rp47.260 per liter menurut data Motorist Singapore. Angka ini jelas jauh
melampaui harga di Indonesia.
Kamboja dan Myanmar: Lebih Mahal
Di Kamboja, harga RON 92 berada di kisaran Rp18.170
per liter, sedangkan di Myanmar bahkan lebih tinggi lagi, yaitu antara Rp28.654
hingga Rp30.359 per liter.
Malaysia dan Thailand: Menggunakan Standar
Berbeda