JAKARTA, BisnisMarket.com- Pasar minyak global kembali diguncang setelah ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran mencapai titik puncaknya. Harga minyak mentah Brent tercatat melonjak lebih dari 8%, menyentuh angka US$103 per barel pada hari Senin.

 Lonjakan ini terjadi setelah perundingan antara Washington dan Teheran gagal mencapai kesepakatan, memperburuk krisis energi yang sudah berlangsung lama.

Namun, menurut Jorge Montepeque, Direktur Pelaksana Onyx Capital Group, harga yang tercatat saat ini masih jauh dari gambaran nyata jika Amerika Serikat benar-benar melanjutkan rencananya untuk memberlakukan blokade laut di Selat Hormuz.

 "Angka yang kita lihat pagi ini—US$103—tidak mencerminkan potensi kenaikan yang seharusnya terjadi jika AS benar-benar melaksanakan blokade ini," kata Montepeque dalam wawancara eksklusif dengan Bloomberg Television.

Menurutnya, harga minyak seharusnya bisa melonjak hingga mencapai US$140 atau bahkan US$150 per barel, sebagai dampak langsung dari pembatasan yang akan mempengaruhi jalur pelayaran internasional.