BISNISMARKET.COM - Pemerintah Indonesia kini tengah memfokuskan upaya persiapan untuk mengaktifkan kembali Bandara Husein Sastranegara di Bandung. Target operasional untuk dua rute penerbangan telah ditetapkan pada Agustus 2026 mendatang.
Langkah reaktivasi ini merupakan upaya mengembalikan fungsi vital bandara yang sebelumnya sempat dialihkan ke Bandara Kertajati. Lebih dari itu, terdapat model pengelolaan baru yang akan diterapkan melalui skema komersialisasi.
Sejumlah maskapai penerbangan, baik yang beroperasi di dalam negeri maupun dari luar negeri, telah menunjukkan ketertarikan untuk kembali membuka layanan penerbangan. Hal ini menjadi sinyal positif bagi perkembangan sektor transportasi udara di Bandung.
Pemerintah daerah menyambut baik antusiasme dari para maskapai tersebut. Upaya percepatan perbaikan akses menuju bandara juga terus digalakkan guna mendukung kelancaran operasional nantinya.
Salah satu tujuan utama dari strategi komersialisasi ini adalah untuk meningkatkan konektivitas udara di wilayah Bandung. Diharapkan, hal ini akan mempermudah mobilitas masyarakat dan mendukung geliat perekonomian lokal.
Dengan kembalinya operasional Bandara Husein Sastranegara, diharapkan dapat mendorong peningkatan pariwisata dan investasi di Bandung dan sekitarnya. Sektor-sektor ekonomi yang bergantung pada aksesibilitas transportasi udara akan merasakan dampak positifnya.
Lonjakan Konsumsi Solar Subsidi Terdeteksi Pasca Kenaikan BBM Non-Subsidi, BPH Migas Buka Data
"Pemerintah Indonesia tengah menggenjot persiapan reaktivasi Bandara Husein Sastranegara di Bandung, dengan target operasional dua rute penerbangan pada Agustus 2026," demikian informasi yang disampaikan.
"Langkah ini tidak hanya mengembalikan fungsi bandara yang sempat dialihkan ke Bandara Kertajati, tetapi juga menyertakan model pengelolaan baru melalui skema komersialisasi," lanjut pernyataan tersebut.
"Sejumlah maskapai penerbangan, baik domestik maupun asing, telah menunjukkan minat untuk kembali membuka layanan penerbangan di Bandara Husein," demikian disebutkan dalam sumber berita.