BISNISMARKET.COM - Perkembangan signifikan terjadi di Amerika Serikat terkait perlindungan hak mitra pengemudi transportasi online. Sebuah peraturan penting yang sebelumnya diberlakukan oleh pemerintah daerah New York City mengenai penonaktifan driver kini telah dibatalkan oleh hakim federal.
Aturan yang dimaksud, yang mulai berlaku pada Januari 2026, dirancang untuk memberikan perlindungan lebih kepada para pengemudi. Peraturan ini mewajibkan perusahaan ride-sharing besar seperti Uber dan Lyft untuk menyertakan proses pemberitahuan sebelum mereka dapat menonaktifkan mitra pengemudi mereka dari platform layanan.
Pemberitahuan yang diamanatkan oleh peraturan tersebut adalah minimal 14 hari sebelum tindakan penonaktifan diberlakukan. Tujuannya adalah untuk memberikan kesempatan bagi pengemudi untuk merespons atau memperbaiki situasi yang mungkin menyebabkan mereka diberhentikan.
Namun, peraturan ini juga mencakup klausul pengecualian yang penting. Pengecualian tersebut hanya diberikan apabila mitra pengemudi terbukti melakukan pelanggaran berat terhadap ketentuan yang berlaku, yang memungkinkan perusahaan untuk mengambil tindakan penonaktifan segera tanpa pemberitahuan.
Pembatalan aturan ini datang dari seorang hakim federal, yang berarti keputusan tersebut memiliki kekuatan hukum yang mengikat di wilayah hukum federal. Keputusan ini dapat mengubah lanskap operasional perusahaan transportasi online di New York.
"Peraturan tersebut, yang disahkan pada Januari 2026, mewajibkan perusahaan seperti Uber dan Lyft untuk memberikan pemberitahuan minimal 14 hari sebelum menonaktifkan mitra pengemudi mereka dari layanan," demikian bunyi pernyataan mengenai peraturan yang dibatalkan.
"Pengecualian hanya diberikan jika pengemudi melakukan pelanggaran berat," lanjut pernyataan tersebut, menggarisbawahi batasan dari aturan yang kini tidak berlaku lagi.
Keputusan hakim federal ini menimbulkan pertanyaan mengenai keseimbangan antara perlindungan pekerja dan fleksibilitas operasional perusahaan. Dampaknya bagi para pengemudi ojek online di New York kini menjadi perhatian utama.
Melalui keputusan ini, para pengemudi ojek online di New York tidak lagi dapat mengandalkan jaminan pemberitahuan 14 hari tersebut untuk penonaktifan mereka, kecuali jika ada peraturan baru yang muncul di kemudian hari.