BISNISMARKET.COM - Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idulfitri kepada seluruh umat Islam yang merayakan lebih awal pada hari Jumat ini. Momen ini menjadi penegasan pentingnya ukhuwah di tengah perbedaan penetapan hari besar keagamaan.
Gus Ipul secara khusus menyampaikan salam hangat kepada pimpinan dan seluruh anggota organisasi Islam besar lainnya, khususnya Muhammadiyah. Langkah ini menunjukkan semangat toleransi dan persatuan yang diusung oleh PBNU.
Ia menekankan bahwa perbedaan waktu dalam pelaksanaan Idulfitri seharusnya dipandang sebagai bagian dari rahmat yang diberikan oleh Allah SWT. Sikap yang dibutuhkan dalam menghadapi perbedaan ini adalah kedewasaan dan ketulusan.
Menurut pandangan Gus Ipul, perbedaan penetapan hari kemenangan ini justru menjadi kesempatan emas bagi umat Islam untuk mendemonstrasikan nilai-nilai kebersamaan yang fundamental bagi bangsa Indonesia. Hal ini memperkuat fondasi persatuan nasional.
"Selamat berlebaran Prof Mukti (Sekum Muhammadiyah) dan seluruh jemaah Muhammadiyah serta semua yang merayakan Idulfitri di hari Jumat," kata Gus Ipul dalam keterangannya, Jumat (20/3/2026).
Pernyataan ini menegaskan bahwa meskipun ada perbedaan kalender perayaan, semangat persaudaraan Islam harus tetap menjadi prioritas utama dalam interaksi antarumat beragama. Momen ini harus diisi dengan semangat positif.
Gus Ipul melanjutkan bahwa perbedaan yang ada harus disikapi dengan semangat persaudaraan yang tinggi. Ini adalah wujud nyata dari ajaran Islam yang menjunjung tinggi toleransi dan saling menghormati antar sesama Muslim.
"Menurutnya, di tengah perbedaan tersebut, umat Islam justru berkesempatan untuk menunjukkan nilai-nilai kebersamaan yang menjadi kekuatan bangsa," ujar Gus Ipul, menekankan potensi persatuan dari keragaman penetapan waktu Lebaran.
Perbedaan metode penetapan hari raya memang kerap terjadi di Indonesia, namun respons yang ditunjukkan oleh tokoh-tokoh bangsa seperti Gus Ipul menjadi contoh bagaimana perbedaan tersebut dapat dikelola secara damai dan konstruktif.