BISNISMARKET.COM - Pengangkatan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, menggantikan mendiang ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, menuai reaksi keras dari berbagai pihak internasional. Salah satu yang paling vokal menyuarakan keberatannya adalah mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Trump secara terbuka menyatakan ketidakpuasannya terhadap dinamika politik internal Iran yang baru terbentuk tersebut. Ia melihat penunjukan Mojtaba sebagai sebuah langkah yang sangat berisiko bagi stabilitas internal Republik Islam tersebut.
Pernyataan tajam ini disampaikan oleh Trump saat ia berkesempatan berbicara kepada awak media di Amerika Serikat. Momen ini menjadi sorotan karena Trump jarang memberikan komentar spesifik mengenai suksesi kepemimpinan di Teheran.
Secara spesifik, Trump melontarkan penilaiannya yang sangat pesimistis mengenai masa depan kepemimpinan Mojtaba Khamenei. Ia menggarisbawahi bahwa keputusan ini berpotensi menimbulkan implikasi jangka panjang yang negatif.
Donald Trump menyampaikan pandangannya yang lugas mengenai suksesi tersebut. "Saya rasa mereka (Iran-red) telah melakukan kesalahan besar," kata Trump saat berbicara kepada media AS, NBC News, dilansir Anadolu Agency, Selasa (10/3/2026).
Penilaian ini menunjukkan keraguan mendalam Trump terhadap legitimasi dan kemampuan Mojtaba untuk memimpin negara tersebut. Keyakinan Trump tampaknya didasarkan pada analisisnya mengenai struktur kekuasaan yang ada di Iran.
Lebih lanjut, Trump mempertanyakan daya tahan dari kepemimpinan baru ini di panggung politik domestik Iran. Ia menunjukkan bahwa proses transisi tersebut mungkin tidak akan berjalan mulus seperti yang diharapkan oleh otoritas Iran.
Keraguan Trump ditegaskan kembali dengan pernyataannya yang lebih eksplisit mengenai ketidakpastian masa depan rezim tersebut. "Saya tidak tahu apakah ini akan bertahan lama. Saya pikir mereka telah melakukan kesalahan," ucapnya.
Peristiwa ini menandai salah satu kritik keras terbaru dari mantan pemimpin AS tersebut terhadap arah kebijakan dan kepemimpinan di Republik Islam Iran.