BISNISMARKET.COM - Muhammad Tito Karnavian, selaku Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Kasatgas PRR) Pascabencana Sumatera, menyoroti perhatian serius dari Presiden RI. Perhatian tersebut secara spesifik ditujukan untuk memastikan percepatan penanganan terhadap seluruh penyintas bencana alam.
Fokus utama Presiden Prabowo Subianto tidak hanya berhenti pada penanganan darurat korban. Perhatian beliau juga menyentuh aspek jangka panjang yakni rehabilitasi serta rekonstruksi wilayah terdampak.
Wilayah yang menjadi fokus perhatian presiden tersebut meliputi Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Bencana yang dimaksud adalah gelombang banjir dan tanah longsor yang belum lama ini melanda ketiga provinsi tersebut.
Pernyataan ini disampaikan Tito Karnavian setelah ia mendampingi langsung Presiden Prabowo dalam sebuah kegiatan penting. Kegiatan tersebut adalah pelaksanaan salat Idulfitri 1447 H/2026 bersama masyarakat yang menjadi korban bencana.
Lokasi pelaksanaan ibadah bersama itu adalah di Masjid Darussalam. Masjid tersebut terletak di dalam kompleks hunian sementara (huntara) yang berada di Karang Baru, Aceh Tamiang, Aceh.
Tito Karnavian menjelaskan bahwa niat Presiden untuk hadir dan merayakan Idulfitri bersama para pengungsi sudah direncanakan sejak jauh hari sebelumnya. Ini menunjukkan adanya komitmen kuat untuk hadir di tengah masyarakat yang sedang berduka.
"Sejak jauh hari, Prabowo sudah berniat untuk salat idulfitri bersama pengungsi di daerah bencana, karena Presiden ingin berbagi rasa solidaritas dalam perayaan Lebaran bersama pengungsi bencana di Sumatera," ungkap Tito Karnavian.
Kehadiran Presiden pada momen sakral Idulfitri ini merupakan wujud nyata dari solidaritas yang ingin dibagikan kepada para penyintas. Hal ini menjadi penegasan bahwa pemerintah hadir di tengah kesulitan mereka.
Percepatan penanganan yang ditekankan oleh Presiden diharapkan dapat segera memulihkan kondisi kehidupan para korban. Ini mencakup penyediaan kebutuhan dasar hingga pembangunan kembali infrastruktur vital.