BISNIS MARKET – Kegagalan tragis Tim Nasional Gabon di ajang Piala Afrika (AFCON) 2025 memicu badai besar di tanah air mereka. Tidak sekadar kritik pedas dari suporter, Pemerintah Gabon secara resmi mengambil langkah ekstrem dengan menjatuhkan hukuman kolektif kepada skuad berjuluk Les Panthères tersebut.

Langkah ini diambil setelah Gabon tersingkir memalukan di fase grup tanpa mencatatkan satu pun kemenangan, sebuah hasil yang dianggap sebagai penghinaan nasional bagi negara yang sangat mencintai sepak bola tersebut.

Pembubaran Skuad dan Penghentian Pendanaan

Menteri Olahraga Gabon dalam konferensi pers darurat di Libreville menyatakan bahwa pemerintah tidak akan lagi menoleransi "kurangnya patriotisme dan profesionalisme" di lapangan. Berikut adalah poin-poin hukuman yang dijatuhkan:

Seluruh tim nasional saat ini resmi dibubarkan. Setiap pemain yang terlibat dalam kampanye AFCON 2025 dilarang sementara untuk mewakili negara hingga waktu yang tidak ditentukan.

Pemecatan Massal Staf Kepelatihan: Seluruh jajaran pelatih dan ofisial teknis dicopot dari jabatan mereka tanpa kompensasi tambahan.

Audit Total Federasi (FEGAFOOT): Pemerintah akan melakukan audit keuangan menyeluruh terhadap Federasi Sepak Bola Gabon untuk menyelidiki dugaan penyalahgunaan dana operasional tim.

Pesan Keras Pemerintah

Kemarahan pemerintah dipicu oleh laporan adanya tindakan indisipliner di kamp pelatihan selama turnamen berlangsung. Beberapa pemain bintang dikabarkan lebih fokus pada gaya hidup daripada performa di lapangan.