BISNISMARKET.COM - Nama Soimah Pancawati kembali menjadi sorotan publik setelah pendopo mewah miliknya di Yogyakarta ramai diperbincangkan. Bangunan bernama Pendopo Tulungo itu bukan sekadar rumah pribadi, melainkan juga menjadi tempat penyelenggaraan berbagai acara, mulai dari pernikahan, gathering, hingga kegiatan budaya.
Kemegahan Pendopo Tulungo terekspos dalam acara pernikahan anak pertamanya, Aksa Uyun Dananjaya dengan Yosika Ayumi pada 8 Mei Lalu. Hal tersebut membuat banyak orang penasaran dengan asal usul pembangunannya hingga harga sewanya yang disebut mencapai puluhan juta rupiah.
Pendopo Tulungo dibangun oleh Soimah sebagai bentuk kecintaannya terhadap budaya Jawa. Sejak awal berkarier sebagai sinden dan seniman tradisional, Soimah memang dikenal sangat dekat dengan kesenian Jawa, terutama budaya Yogyakarta dan Jawa Tengah. Karena itu, ia ingin memiliki tempat yang tidak hanya menjadi hunian pribadi, tetapi juga ruang pelestarian budaya.
Nama “Tulungo” sendiri diambil dari bahasa Jawa yang memiliki makna pertolongan atau membantu. Pendopo tersebut dibangun dengan konsep rumah tradisional Jawa yang dipadukan dengan nuansa modern dan mewah. Bangunannya didominasi kayu jati berukuran besar dengan ukiran khas Jawa yang memberikan kesan megah sekaligus hangat.
Lokasinya berada di kawasan Yogyakarta dan sering digunakan Soimah untuk menerima tamu, latihan seni, hingga menggelar pertunjukan budaya. Pendopo itu juga beberapa kali muncul di konten YouTube miliknya dan menarik perhatian karena desainnya yang luas serta estetik.
Soimah pernah menceritakan bahwa pembangunan Pendopo Tulungo dilakukan dari hasil kerja kerasnya selama bertahun-tahun di dunia hiburan. Sebelum terkenal seperti sekarang, Soimah memulai karier sebagai pesinden dan pengisi acara dari panggung ke panggung.
Kesuksesannya sebagai presenter, komedian, penyanyi, dan juri acara televisi membuatnya mampu mewujudkan impian membangun pendopo megah bernuansa tradisional.
Pendopo tersebut bukan hanya menjadi simbol kesuksesan, tetapi juga bentuk dedikasi Soimah terhadap budaya Jawa. Ia bahkan kerap mengadakan acara kesenian dan menerima komunitas budaya di tempat tersebut.
Disewakan untuk Umum