JAKARTA, BisnisMarket.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sering menjadi sorotan, apalagi saat pergerakannya terasa fluktuatif. Banyak yang berpikir bahwa cara paling ampuh menstabilkannya hanyalah intervensi pasar jangka pendek. Namun, pandangan ini ternyata perlu diperluas. Menurut para ahli ekonomi, kekuatan mata uang tidak hanya ditentukan oleh aksi sesaat, melainkan oleh seberapa kokoh dan kompetitif perekonomian suatu negara dalam jangka panjang.

Dilansir dari Bloomberg Technoz (28/6), Shan Saeed, Kepala Ekonom Global Juwai IQI Malaysia, menegaskan: “Dalam jangka panjang, pertahanan mata uang terkuat bukanlah intervensi semata, melainkan kapasitas ekonomi yang lebih besar, lebih produktif, dan lebih kompetitif.” Pernyataan ini mengingatkan bahwa keberhasilan mempertahankan rupiah tidak bisa hanya mengandalkan kebijakan sesaat, melainkan membutuhkan fondasi yang kokoh.

Lima Pilar Utama Memperkuat Rupiah

Untuk menjaga stabilitas sekaligus menguatkan posisi rupiah, pemerintah dan Bank Indonesia disarankan fokus pada lima prioritas strategis:

1. Jaga Kredibilitas dan Kendalikan Inflasi

Kepercayaan pasar menjadi dasar utama kekuatan mata uang. Ketika inflasi terjaga stabil dan kebijakan moneter terpercaya, pelaku usaha maupun investor akan lebih yakin untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Hal ini sejalan dengan prinsip ekonomi makro yang menyatakan bahwa tingkat inflasi yang terkontrol mendukung daya beli dan stabilitas nilai tukar dalam jangka panjang.

2. Pastikan Likuiditas dan Pasar Valas Tertib

Alih-alih berusaha mematok angka nilai tukar tertentu, lebih penting memastikan pasokan mata uang asing cukup dan pergerakan pasar tidak berlebihan. Pendekatan ini sesuai dengan kerangka kerja Bank Indonesia yang mengutamakan stabilitas sistem keuangan dibandingkan target angka tukar yang kaku.

3. Perdalam Pasar Modal Domestik