JAKARTA, BisnisMarket.com - Satu kalimat pengakuan bisa mengguncang kepercayaan publik yang telah lama dibangun. Di tengah sorotan tajam terhadap penegakan hukum, pernyataan terbuka seorang pejabat justru membuka tabir persoalan yang lebih dalam dan memantik gelombang reaksi luas dari masyarakat.
Pengakuan Terbuka di Senayan
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Karo, Danke Rajagukguk, akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas polemik kasus yang menjerat videografer Amsal Sitepu. Permintaan maaf ini disampaikan langsung dalam forum resmi yang melibatkan berbagai pihak, termasuk Komisi III DPR.
Dalam forum tersebut, Danke mengakui adanya kekhilafan serius dalam penanganan kasus dugaan mark-up proyek pembuatan video profil desa yang menyeret Amsal Sitepu, seorang pekerja kreatif.
Ia menyatakan penyesalan mendalam atas keputusan yang diambil sebelumnya. “Kami mohon maaf atas segala kesalahan dan kekhilafan kami,” ujar Danke saat rapat bersama Komisi III DPR, Amsal Sitepu, Kajati Sumut, hingga Komjak di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (2/4/2026).
Pengakuan ini menjadi sorotan karena secara eksplisit mengakui kesalahan dalam proses hukum yang berujung pada pemenjaraan seorang warga sipil.
Kasus yang Mengundang Empati Publik
Kasus Amsal Sitepu menjadi perhatian luas karena menyangkut profesi kreatif yang selama ini jarang tersentuh persoalan hukum berat. Amsal, yang berprofesi sebagai videografer, terseret dalam dugaan mark-up proyek yang seharusnya masih dalam ranah klarifikasi administratif.
Alih-alih mendapatkan ruang pembelaan yang proporsional, ia justru harus menghadapi proses hukum hingga mendekam di balik jeruji. Fakta ini memicu gelombang empati dari masyarakat, terutama kalangan pekerja kreatif yang merasa rentan terhadap situasi serupa.