BISNISMARKET.COM - Ketegangan di Timur Tengah mencapai puncaknya setelah Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) Iran secara resmi mengumumkan dimulainya aksi serangan balasan mereka. Langkah ini merupakan respons langsung terhadap eskalasi konflik sebelumnya yang terjadi di kawasan tersebut.
Militer Israel segera memberikan konfirmasi mengenai serangan tersebut, menyatakan bahwa sejumlah proyektil telah berhasil diluncurkan dari wilayah Iran menuju area kedaulatan mereka. Kejadian ini menandai peningkatan signifikan dalam intensitas konfrontasi antar kedua negara.
Informasi mengenai serangan balasan ini pertama kali diumumkan oleh media-media Iran pada hari Sabtu, 7 Maret 2026. Sumber berita tersebut memberikan detail awal mengenai skala operasi militer yang dilancarkan oleh Teheran.
Dilansir dari Al Jazeera dan AFP, kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, menjadi salah satu media pertama yang memberitakan konfirmasi serangan balasan yang dilakukan oleh Iran. Pemberitaan ini segera menyebar luas di kancah internasional.
Televisi pemerintah Iran juga turut mengonfirmasi bahwa negara mereka telah memulai penembakan salvo besar-besaran yang terdiri dari drone dan rudal yang diarahkan ke Israel. Hal ini menunjukkan adanya koordinasi informasi dari aparatur negara.
Garda Revolusi, yang dikenal sebagai sayap ideologis inti dari struktur militer Iran, mengklaim bahwa mereka telah memulai aksi penembakan tersebut. Mereka menargetkan instalasi spesifik di kawasan tersebut.
Seorang presenter televisi pemerintah menyampaikan bahwa drone dan rudal tersebut secara spesifik ditembakkan "terhadap target di wilayah pendudukan (Israel) dan pangkalan AS di wilayah tersebut", menggarisbawahi cakupan sasaran serangan tersebut.
"Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) Iran mengumumkan serangan balasan terbarunya ke Israel," kata seorang reporter saat melaporkan perkembangan situasi terkini.
"Militer Israel melaporkan bahwa rudal telah diluncurkan dari Iran ke wilayahnya," kutip seorang analis keamanan mengenai pernyataan resmi dari pihak Israel.