BISNISMARKET.COM - Konteks geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali memanas menyusul serangkaian serangan yang terjadi pada hari Rabu, 11 Maret 2026. Ketegangan ini menandai peningkatan signifikan dalam konflik regional yang sedang berlangsung.
Arab Saudi mengumumkan bahwa sistem pertahanan mereka berhasil menetralkan tujuh rudal balistik yang diluncurkan dalam serangan terpisah. Serangan ini secara spesifik menargetkan infrastruktur vital kerajaan tersebut.
Menurut pernyataan resmi Kementerian Pertahanan Saudi yang diunggah melalui platform X, enam dari rudal tersebut diarahkan ke Pangkalan Udara Pangeran Sultan. Keenam rudal ini dikonfirmasi telah dicegat dan dihancurkan sebelum mencapai sasaran.
Selain itu, kementerian pertahanan Saudi juga merilis unggahan terpisah yang mengonfirmasi keberhasilan pencegatan rudal balistik tambahan. Rudal keenam ini dikabarkan ditembakkan "ke arah wilayah timur" negara tersebut.
Serangan masif ini terjadi tak lama setelah Pasukan Garda Revolusi (IRGC) militer Iran mengumumkan operasi baru. IRGC menyatakan akan kembali melancarkan serangan terhadap target-target yang terafiliasi dengan Amerika Serikat dan Israel di seluruh Timur Tengah.
Dilansir dari AFP, suasana mencekam juga terasa di Bahrain, di mana sebuah ledakan dilaporkan terjadi di dekat pangkalan angkatan laut utama milik Amerika Serikat. Insiden ini menambah dimensi internasional pada eskalasi terbaru ini.
Militer Israel juga melaporkan adanya deteksi rudal yang datang dari wilayah Iran menuju negara mereka pada hari yang sama. Sebagai respons, Israel segera mengaktifkan sistem pertahanan udara mereka untuk menghadapi ancaman tersebut.
"Beberapa saat yang lalu, IDF mengidentifikasi rudal yang diluncurkan dari Iran menuju wilayah Negara Israel. Sistem pertahanan beroperasi untuk mencegat ancaman tersebut," demikian pernyataan militer Israel yang disampaikan melalui akun Telegram resmi mereka.
Dilansir dari AFP, sirene serangan udara terdengar nyaring di Yerusalem, dan warga melaporkan mendengar suara ledakan dari kejauhan. Beberapa saat kemudian, militer Israel memberikan izin kepada warga untuk keluar dari tempat perlindungan.